Namun, PDIP sangat menyayangkan bila Risma terjebak dengan pusaran politik yang dimaikan partai lain. Isu yang berhembus kencang selama ini jika Risma mendapat tekanan dinilai juga cukup merugikan partai.
"Pasti dirugikan, beliau juga kader terbaik partai yang selama ini kita tahu semua dibawah pimpinan beliau Surabaya jauh lebih bagus dan dia dari PDIP," ujar Ketua PDIP Surabaya Whisnu Sakti Buana, Jumat ( 28/2/2014).
Bagi Whisnu, Risma cukup penting dan diperlukan untuk menyelesaikan tugasnya sebagai nakhoda Kota Surabaya hingga 2015. Whisnu menyayangkan banyaknya parpol lain yang ingin 'menyeret' Risma maju dalam Pilpres.
Oleh karena Whisnu Sakti yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya ini meminta kepada semua pihak yang ingin menggandeng Risma agar bermain elegan dan beretika dalam bermain politik.
"Karena itu tolonglah pihak pihak tertentu menghadapi tahun politik ini, bermain politiklah dengan elegan dan beretika," tegas Wakil Walikota Whisnu kepada wartawan usai menghadiri acara Hari Panutan Penyampaian SPT Tahunan Pph Orang Pribadi di Gedung Grahadi.
Di tengah gelombang isu yang beragam dan terus bergulir itu, Whisnu menegaskan bahwa dirinya tetap berkewajiban menjaga dan membantu secara all out walikota hingga purna tugas 2015.
"Perintah Bu Mega jelas bahwa saya harus tetap mendukung beliau sampai masa akhir jabatan dan itu yang saya lakukan dan sudah kita lakukan," pungkas Whisnu.
(ze/van)











































