Awas, Badai Ancam Jatim
Senin, 06 Des 2004 18:31 WIB
Surabaya - Masyarakat Jawa Timur (Jatim) diminta waspada sampai dua hingga tiga hari ke depan. Gumpalan awal tebal cumulonimbus di langit Jatim berpotensi mendatangkan badai, terutama di daerah bagian selatan. Hal ini disampaikan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Maritim Perak II Surabaya Edi Waluyo saat dihubungi detikcom, Senin (6/12/2004). "Awan tebal ini akibat adanya Lembang Tropis yang disertai badai Taifun. BMG mempunyai catatan berkaitan dengan terbentuknya awan Cumulonimbus, yakni tiga hari ke depan masyarakat harus mewaspadai kemungkinan timbulnya bencana . Saya minta bupati/walikota di Jatim mewaspainya," jelasnya.Menurut Edi, badai Taifun tersebut bisa mengakibatkan bencana banjir seperti yang terjadi di Blitar Selatan dan sekitarnya beberapa hari lalu, karena saat ini sudah terjadi Lembang Tropis di 12O LS (lintang selatan) 100o BT (bujur timur). Lembang Tropis adalah bibit-bibit awan yang menyebabkan terjadinya Badai Taifun di selatan Pulau Jawa, termasuk Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur."Untuk itu, perlu kewaspadaan bahwa beberapa hari ke depan yakni minggu kedua dan ketiga, Jatim akan diliputi awan tebal. Awan Cumulonimbus yang gelap ini akan mengakibatkan turun hujan cukup deras, angin cukup kencang dan di Pantai Selatan gelombang laut cukup tinggi, mencapai 2-3 meter," paparnya. Daerah-daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaannya, antara lain adalah Pacitan, Lumajang, Jember, bagian barat Banyuwangi, Tulungagung bagian selatan dan daerah-daerah Malang, dataran tinggi, Magetan dan Madiun. Selain ancaman hujan maupun angin kencang, Edi juga mengingatkan ancaman gangguan terhadap sarana transportasi udara maupun laut. Awan Cumulonimbus yang gelap tersebut, lanjut Edi, bergerak dari LS menuju ke LU hingga melewati Surabaya, Nganjuk, Jombang, Kertosono dan akan tertumpu awan hujan ke daerah Pantura yaitu Tuban, Lamongan dan Gresik. "Sehingga pertengahan Desember ini merupakan awal cuaca buruk, untuk itu diingatkan transportasi darat, laut dan udara agar waspada," ujarnya.Dijelaskannya, badai Taifun berfokus pada lingkaran yang dinamakan Isobar yang tekanannya kuat sekali dan angin tersebut membentuk hujan CB yang ditandai awan gelap, angin, petir dan guntur.Edi juga mengimbau Dinas Pengairan dan dinas terkait termasuk Jasa Tirta, agar lebih memperhatikan kondisi semua alur sungai, terutama yang ada tanggul-tanggulnya seperti di daerah Jagir, Wonokromo, Semolowaru, Banyuurip, dan kota-kota lainnya."Harus betul-betul diwaspadai, karena pasang laut akan setinggi 170 cm. Ditambah hujan di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, Bengawan Solo dan Sungai Jagir Wonokromo Surabaya, pasang laut akan semakin tinggi. Pasang laut maksimum diprediksi akan terjadi pada pertengahan Desember," tambahnya.
(asy/)











































