Ido Peragakan 20 Adegan, dari Percekcokan Hingga Membunuh Feby Lorita

Ido Peragakan 20 Adegan, dari Percekcokan Hingga Membunuh Feby Lorita

- detikNews
Kamis, 27 Feb 2014 15:24 WIB
Ido Peragakan 20 Adegan, dari Percekcokan Hingga Membunuh Feby Lorita
Jakarta - Asido April P Simangunsong alias Ido mereka ulang adegan detik-detik pembunuhan Feby Lorita, wanita cantik yang ditemukan tewas dalam bagasi mobil Nissan March F 1356 KA di Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur pada 24 Januari 2014 lalu. Feby dibunuh Ido di rumah keluarganya di Perum Citayam Blok DI No 2 Bojonggede, Citayam, Bogor.

Total ada 20 adegan yang direka ulang Ido dalam rekonstruksi di TKP pembunuhan, Kamis (27/2/2014). Rekonstruksi di lokasi dilakukan mulai dari Ido keluar dari dalam mobil Nissan menuju ke rumahnya, hingga membunuh dan mengangkat mayat Feby kembali ke dalam mobil Nissan tersebut.

Setelah melakukan pertemuan di Halte Cawang UKI, Ido dan Feby menuju ke rumah keluarga Ido di Citayam. Mereka tiba di lokasi pada 22 Januari 2014 malam menjelang dini hari. Ido turun lebih dulu dari mobil untuk membuka pintu rumah, sementara Feby menunggu di dalam mobil.

Setelah pintu terbuka, Feby lalu masuk ke dalam rumah mengikuti Ido. Keduanya kemudian duduk di ruang tamu sambil mengobrol. Ido kemudian menyuruh Feby tidur di kasur lantai yang berada di depan televisi, di dekat ruang tamu.

"Tapi korban menolak. Dia bilang 'kamu aja yang tidur di situ, saya di sini'," kata Ido sambil menunjuk ke sofa yang ditempati Feby untuk tidur.

Menjelang pukul 04.00 WIB, Feby kemudian mengendap-endap ke kamar mandi. Ido yang saat itu hampir tertidur, melihat lari kecil Feby lalu menegurnya.

"Saya bilang kamu ngapain Feb. Saya waktu itu lihat dia megang sesuatu. Lalu dia bilang mau ke kamar mandi," kata Ido.

Setelah dari kamar mandi, Feby kemudian mendesak Ido untuk menemui kakak Ido yang rumahnya tidak jauh dari TKP. Saat itu, Ido menjanjikan akan memberikan uang Rp 10 juta ke Feby sebagai ganti rugi karena giginya copot setelah dipukul Ido di Cawang. Rencananya, pemberian uang itu akan disaksikan oleh kakak Ido.

Ido kemudian mengulur-ulur waktu Feby, hingga membuat Feby kesal. Feby kemudian melempar handphonenya kepada Ido. Ido lalu mendekati Feby dan membujuknya untuk bersabar. Namun Feby semakin bersikeras untuk bertemu dengan kakak Ido, hingga keduanya cekcok mulut.

"Korban kemudian mencakar muka dan paha saya, lalu menendang perut saya dan selangkangan saya," imbuh Ido.

Selanjutnya, Ido membalas dengan memukul tengkuk Feby menggunakan tangan kosong. Setelah itu, korban tersungkur di lantai, lalu Ido mencekiknya. Ido lalu berlari ke dapur mengambil sebilah pisau, lalu kembali menusuk korban. Selanjutnya Ido menancapkan pisau ke leher kiri korban.

"Setelah melihat darah korban, saya langsung lempar pisau dan berdiam diri. Lalu saya menangis sambil memandangi foto ayah saya," ujarnya.

Setelah melihat korban tidak bergerak, Ido lalu mengambil mobil Nissan dan memasukkannya ke garasi, menghadap ke jalan. Setelah itu, Ido mengambil kabel charger handphone dan mengikat tangan dan kaki korban. Selanjutnya Ido menutupi korban dengan sehelai kain berawarna hijau lalu mengangkatnya ke dalam bagasi mobil Nissan.

Setelah itu, Ido membersihkan lantai dari bercak darah korban dengan mengepelnya. Kain pel yang ia gunakan untuk mengelap lantai lalu dimasukkan ke dalam bagasi mobil. Setelah hari sudah mulai terang, ia lalu meninggalkan rumah tersebut dengan mobil Nissan March.

(mei/rmd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads