Komandan Satgas Udara, Posko Karhutla, Riau, Kol P Andyawan menjelaskan, heli yang akan diperbantukan berasal dari BNPB.
"Heli ini mampu membawa 4,5 ton air," kata Andywan.
Sedangkan jenis pesawat yang dibantukan berupa pesawat jenis B200 yang mampu membawa air 20 ton.
"Kedua pesawat itu, insya Allah sepekan lagi sudah tiba di tempat kita," kata Andyawan.
Menurut Andyawan, saat ini yang paling urgen melakukan pemadaman lewat bom air.
"Sedangkan untuk hujan buatan, belum bisa dilakukan. Karena saat ini tidak ada awan," kata Andyawan.
Andyawan menjelaskan, saat ini pihaknya sudah menempatkan satu Heli TNI AU, dan satu heli milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) serta heli Sinar Mas.
"Heli yang ada saat ini akan melakukan pemetaan lokasi titik api. Selanjutnya akan dilakukan pemadaman lewat udara dan darat," kata Andyawan.
(cha/rmd)











































