Kian Berani, Begini Mafia Bekerja di Rusunawa Marunda

Mafia di Rusunawa

Kian Berani, Begini Mafia Bekerja di Rusunawa Marunda

- detikNews
Kamis, 27 Feb 2014 13:46 WIB
Kian Berani, Begini Mafia Bekerja di Rusunawa Marunda
Rumah susun sederhana sewa Marunda.
Jakarta - September 2013 lalu, detikcom menulis soal maraknya praktik penyelewengan di rumah susun sederhana sewa Marunda, Jakarta Utara. Rumah susun tersebut sebenarnya disediakan oleh Pemerintah Provinsi bagi warga Ibu Kota yang belum memiliki hunian.

Namun yang terjadi, banyak warga menyewakan kembali unit yang dia sewa. Ada juga yang menjual hak sewanya kepada orang lain. Dua penyelewengan itu bisa terjadi karena adanya mafia bermain di rumah susun sederhana sewa Marunda.

Penelusuran detikcom waktu itu menemukan, praktik jual beli surat perjanjian sewa marak terjadi di rumah susun yang mulai dibangun pada tahun 2004 itu.

Baik praktik sewa di atas sewa, maupun jual beli hak sewa dilakukan secara sembunyi-sembunyi, melalui informasi berantai. Tak ada papan pengumuman di unit yang akan dijual atau disewakan.

Selasa (25/2) dan Rabu (26/2) kemarin detikcom kembali menelusuri praktik penyelewengan di Rusunawa Marunda yang nyatanya tetap ada. Bukanya hilang, praktik sewa di atas sewa kini justru kian marak. Modusnya pun semakin rapi, dan berani.

Praktik sewa di atas sewa tak lagi dilakukan dari mulut ke mulut orang yang pernah menyewa di rusunawa tersebut. Praktik jual beli unit kini melibatkan calo.

“Ada calo khususnya. Tidak seperti mahasiwa yang mau nyari unit yang mau disewa,” kata salah seorang warga rusunawa Marunda yang tidak mau disebutkan namanya kepada detikcom Rabu (26/2) kemarin.

Jika ada penghuni rusunawa yang akan menjual atau menyewakan unit yang dia miliki, maka calo akan dihubungi. Si calo kemudian akan mencari calon pembeli yang akan dipertemukan dengan pemilik unit tersebut. Proses tawar menawar untuk kesepakatan harga dilakukan oleh pemilik unit dan calon pembeli.

Tidak hanya calo yang mencari calon pembeli. Tapi ada juga calon pembeli yang langsung menghubungi calo. Nah nomor telepon calo bisa diperoleh melalui bisik–bisik warga ataupun kenalan lainnya di rusunawa Marunda.

“Jadi calo ini nanti yang nemuin mereka (calon pembeli dengan pemilik rusun),” katanya.
Tidak diketahui secara pasti berapa jumlah calo yang ada di rusunawa Marunda. Mereka tersebar di berbagai blok di masing – masing cluster yang ada di rusunawa Marunda.

“Si calo ini dapat imbalan. Dia cuma mempertemukan saja, deal harganya tetap antara yang mau beli dan yang mau jual,” ujarnya.

Warga rusunawa lainnya yang ditemui detikcom menyampaikan hal serupa. Para calo ini tersebar hampir si setiap blok di masing-masing cluster yang ada di rusunawa Marunda. Mereka bekerja dengan sangat rapi. Seperti jaringan yang bertugas menghubungkan antara calon pembeli dan pemilik unit.

“Mereka kayak jaringan gitu, calo dapat bayaran kalau sudah deal (transaksi jual beli),” ujarnya kepada detikcom.

Dari seorang warga detikcom mendapat dua nomor telepon calo di rusunawa Marunda. Kepada detikcom, pemilik dua nomor yang dihubungi mengaku bisa mencarikan unit yang akan dijual atau disewakan di rusunawa tersebut.

“Coba aja kamu ke sini, entar tante kasih tahu, teman tante sih, ada (yang mau dijual). Mudah – mudahan aja belum laku ya, kalau kamu memang niat beli, ke sini aja lihat,” kata suara perempuan di balik telepon.

Soal harga menurut dia nanti tergantung kesepakatan dengan pemilik unit rusun. “Nego saja langsung sama orangnya,” kata dia.

Sementara calo kedua yang dihubungi detikcom agak tertutup. Dia menolak berkomunikasi lebih lanjut sebab tidak mengenal penelepon. “Saya gak kenal bapak. Tanya aja sama warga yang ditanya kemarin (warga yang ngasih nomor kontak,” kata dia singkat.

Kepala Unit Pengelola Rumah Susun I Marhayadi mengakui ada beberapa praktik penyelwengan di rumah susun. Namun pria yang mengepalai rusun di wilayah Sukapura, Kapuk Muara, Marunda, dan Penjaringan, serta Muara Baru itu memastikan tak ada keterlibatan oknum PNS.

“Penyimpangan ini kan harus ada bukti, kalau buktinya menunjuk ke PNS ya tinggal kami laporkan,” kata Marhayadi di Balai Kota Jakarta kemarin. Dia berjanji akan menindak tegas PNS di bawahnya yang terlibat mafia di rumah susun.


(erd/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads