Korban Bom Desak Polisi Segera Tangkap Azahari
Senin, 06 Des 2004 17:37 WIB
Jakarta - Korban bom Kuningan dan JW Marriott mendesak polisi segera menangkap Azahari yang disebut-sebut sebagai otak peledakan bom di sejumlah tempat di Indonesia. Mereka juga meminta pelaku peledakan bom dihukum berat. Hal itu terungkap dalam konpers dukungan psikologis korban bom di Hotel Ambhara, Jl. Iskandarsyah, Jaksel, Senin (6/12/2004). "Saya geram sama mereka (pelaku) dan juga polisi yang sampai nggak bisa menangkap Azahari. Yang kami minta mereka cepat ditangkap. Saya juga ingin mereka merasakan apa yang saya rasakan," ujar Vivi Normasari, korban bom JW Marriott yang juga public relations Yayasan Forum Lima Delapan. Vivi mengaku kecewa dengan pemerintah. Pasalnya, selama 2 tahun tidak memperlihatkan keseriusannya dalam mengungkap kasus bom. "Takutnya nanti ada bom lagi," kata Vivi yang menderita cacat tidak bisa jongkok serta mengalami kesulitan bila menoleh. Keinginan agar pelaku peledakan bom dihukum berat juga diungkapkan Iwan Setiawan (28), korban bom Kuningan. "Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya. Hukuman yang pantas menurut saya adalah hukuman mati," tegasnya. Iwan berharap tidak ada diskriminasi bagi korban bom di Jakarta dan sejumlah tempat lainnya dalam hal pekerjaan. Hal itu akan membantu para korban dalam memulihkan kondisi psikologis mereka yang trauma. Ia mencontohkan pengalaman pahit yang dialaminya ketika melamar pekerjaan sebagai karyawan di sebuah bank swasta. Saat itu, Iwan mengaku telah sampai pada tes terakhir. Namun, ketika pimpinan bank mengetahui dirinya korban bom dan mata kananya buta, lamarannya seperti dikaji ulang. Selanjutnya, ia diminta menunggu panggilan dan hingga sekarang belum ada panggilan itu. Untuk pemulihan dampak psikologis korban bom, Yayasan Pulih, Yayasan Forum Lima Delapan dan International Catholic Migration Commission (ICMC) bekerja sama dalam suatu program yang dinamakan Program Pemulihan Alami. Tujuannya membantu masyarakat yang mengalami dampak psikologis akibat bom. Jumat (3/12/2004) lalu, ketiga yayasan itu menggelar Malam Kepedulian Bersama. Acara itu dihadiri sekitar 200 orang yang terdiri dari korban dan keluarga korban bom Kuningan dan JW Marriott. "Dalam acara itu, mereka berkumpul dan saling menguatkan diri mereka masing-masing," tandas Program Officer ICMC Ade Yanita.
(rif/)











































