Kala itu Oktober 2013, sedang marak demonstrasi buruh di depan kantor Balai Kota DKI di Jl Medan Merdeka Selatan. Buruh menuntut kenaikan upah minimum provinsi. Kala itu sejumlah elite PDIP menyarankan Jokowi waspada.
Isu pencapresan Jokowi sudah semakin mengemuka. Apalagi Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mendadak mengundang Jokowi ke kediamannya pada Sabtu (5/10/2013). Ternyata Mega mengajak Jokowi mengunjungi waduk Pluit, waduk Ria Rio, dan berakhir makan bersama di warteg.
Itu adalah kali pertama Mega-Jokowi 'mesra' di depan publik. Skenario pencapresan Jokowi pun mengemuka. Waktu bergulir hingga pada November 2013 Jokowi mulai tak nyaman dan merasa ada yang salah dengan kediamannya.
Jokowi lantas meminta petugas mengecek kediaman dinas dan kantornya. Betapa kagetnya Jokowi saat tahu rumah dinasnya dipasangi alat sadap. Jokowi lantas bicara ada 3 alat sadap di rumah dinasnya itu, bahkah ada yang dipasang di kamar tidurnya.
"Kaget saya," kata Jokowi sambil melompat tinggi sembari mengangkat dua tangannya ke atas, saat ditanya wartawan pada 21 Februari lalu.
Namun Jokowi tak mau berspekulasi soal siapa penyadapnya, dia juga menampik isu penyadapnya dari internal PDIP. Jokowi juga enggan bicara apakah penyadapan itu karena isu pencapresannya.
Namun dari pernyataan Sidarto sangat jelas ada motif politik di balik penyadapan itu. Lalu siapa yang paling berkepentingan tahu aktivitas Jokowi menjelang Pilpres?
Baca selengkapnya kisah penyadapan Jokowi di Majalah Detik edisi 117 yang terbit 24 Februari 2014.
(van/nrl)











































