"Kami berdoa, mudah-mudahan parpol dewasa dalam proses memilih pemimpin," kata Agum dalam diskusi bertajuk 'Brainstorming Menyikapi Tahun Politik 2014' di kediamannya, Jl Panglima Polim, Jaksel, Rabu (26/2/2014).
Agum menyesalkan rekrutmen parpol dalam menentukan pimpinan di tingkat provinsi, kabupaten/kota. Menurutnya hasil Pilkada secara langsung di sejumlah daerah hasilnya tidak begitu memuaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Parpol menurut Agum masih mendasarkan popularitas sebagai faktor utama untuk menyodorkan calon ke pemilih. Padahal tanpa kompetensi, calon itu akan menemui kesulitan memajukan daerah yang dipimpin.
"Karena orientasinya bagaimana memenangkan (pemilihan) maka yang dicari orang populis, selebritis, pemain sinetron. Setelah itu gubernur mau berantem sama wagub bukan urusanku. Itu tidak dewasa cara parpol dalam menentukan calon pemimpinnya," imbuhnya.
Karena itu Agum berharap, dilakukan pendidikan politik agar pemilih nanti tidak salah menentukan calon pimpinannya. "Jangan 5 tahun lalu, hari ini, 5 tahun ke depan masih seperti ini," kata dia.
(fdn/mok)










































