Polisi Tahan 23 Kader Golkar

Musda Siak Rusuh

Polisi Tahan 23 Kader Golkar

- detikNews
Senin, 06 Des 2004 16:41 WIB
Pekanbaru - Sebanyak 23 orang kader pohon beringin ditahan Brimob Polda Riau di Pekanbaru pasca bentrokan di Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kabupaten Siak, Minggu malam. Akibat bentrok itu, satu unit mobil dan empat sepeda motor dibakar. Rumah salah satu kandidat ketua DPD Golkar Sia, dirusak massa.Kadispen Polda Riau AKBP S Pandiangan mengungkapkan hal itu kepada detikcom, Senin (6/12/2004) di ruang kerjanya di Jl Sudirman, Pekanbaru. Menurut Pandiangan, penahanan 23 orang itu dilakukan sejak tadi pagi. Mereka semuanya merupakan simpatisan dan kader Golkar di Siak yang diboyong ke Pekanbaru."Namun sejauh ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Status mereka semuanya masih saksi," kata Pandiangan. Kericuhan dalam Musda Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Siak terjadi pada Minggu (5/12) malam. Kericuhan itu diduga terjadi karena simpatisan Muhammad Said -- seorang kandidat yang dijagokan untuk menduduki ketua DPD Golkar Siak -- kalah suara dengan calon lainnya yakni Endang Sukarelawan. Kemenangan Endang itu tidak bisa diterima kelompok Said Muhammad. Massa kedua kandidat pun terlibat bentrok. Selain mobil Land Cruiser milik Said dibakar massa, rumah pribadinya di Siak juga menjadi amarah warga setempat.Rumah berlantai dua itu rencananya akan dibakar massa. Untunglah pihak kepolisian segera mengamankan rumah tersebut. Massa akhirnya hanya melakukan pengrusakan dengan melempari batu. Kaca-kaca jendela rumah rusak berat. Dua sepeda motor dipaksa massa dikeluarkan dari rumah Said yang selanjutnya mereka bakar di hadapan polisi.Pandiangan menambahkan, untuk mengantisipasi keamanan di Siak, kini pihak Polda Riau telah mengirimkan pasukan Brimob untuk membantu anggota Polres Siak. Mengenai jumlahnya, Pandiangan mengaku tidak mengetahuinya. "Yang jelas, pasukan Brimob sudah kita perbantukan ke sana. Berapa jumlahnya, saya tidak tahu," katanya.Bengkalis Juga RicuhSementara itu, Ketua DPD Golkar Tingkat Provinsi Riau, Ramlan Zas ketika dihubungui lewat telepon selularnya, mengakui belum mendapat laporan resmi tentang kasus bentrokan massa dalam Musda DPD Golkar di Siak."Saya belum mendapat laporan resmi tentang peristiwa bentrok yang sangat kita sayangkan itu. Saya sangat menyesalkan kejadian yang melibatkan simpatisan Golkar sendiri,"kata Ramlan yang juga bupati Rokan Hulu ini.Ramlan Zas juga mengakui, dalam waktu yang bersamaan, Musda Golkar di Kabupaten Bengkalis-Riau juga ricuh meski tidak separah di Siak."Musda DPD Golkar Bengkalis pada hari yang sama juga berakhir ricuh, meski tidak separah yang terjadi di Siak. Dalam pemilihan jabatan ketua itu, jalannya Musda berakhir dengan deadlock," terangnya.Kondisi itu terjadi karena massa Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan massa lainnya merengsek maju ke depan forum dengan tujuan mengambil alih pimpinan sidang setelah perolehan suara disebutkan panitia. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads