"Harapan kami seperti itu (dilakukan otopsi), karena kami punya bukti-bukti kuat adanya dugaan penganiayaan terhadap anak-anak di panti asuhan tersebut," ujar Eric Manurung dari LBH Mawar Saron di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (26/2/2014).
Lebih lanjut, Eric mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya. Hal ini ditempuh untuk memutuskan autopsi dilakukan atau tidak.
"Tadi kita sudah koordinasi dengan penyidik, tapi itu (autopsi) kan kewenangan penyidik," imbuh Eric.
Eric melanjutkan, pihaknya sendiri belum mengetahui pasti penyebab kematian bayi tersebut. Namun, berdasarkan keterangan Sumini, pembantu yang dipekerjakan di panti asuhan tersebut, bayi itu meninggal karena sakit.
"Si bibi (Sumini) bilang pagarnya dikunci dan dia tidak punya handphone. Bibi ini orangnya Samuel dan Yuni (istri Samuel). Kata dia, saya nggak punya HP dan nggak bisa kabarin Pak Samuel," tutup Eric.
(mei/vid)











































