Hal ini terungkap dari pemeriksaan 2 anak penghuni panti yang berusia 14 tahun, di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya, Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2014) siang. Kekerasan tersebut berupa gigitan Samuel terhadap sang bayi.
"Ada terungkap bahwa ternyata terhadap bayi dilakukan kekerasan seksual oleh 'ayah' mereka, Samuel itu. Digigit pipi, hidung dan kemaluannya," kata Eric Manurung dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron yang mendampingi pemeriksaan para korban.
Menurut Eric, tindak kekerasan yang dilakukan Samuel terhadap bayi tersebut diketahui oleh 3 anak panti asuhan. Namun, anak-anak ini tidak tahu jelas apa alasan Samuel melakukan kekerasan tersebut terhadap si bayi.
"Menurut keterangan anak ini, tiba-tiba si ayah datang lalu dia menggigit bayi tersebut," lanjutnya. Saat ini bayi tersebut masih di rumah sakit.
Sementara itu, terkait bayi di panti asuhan yang meninggal dunia, Eric mengatakan, belum ada penjelasan dari pemilik Yayasan Kasih Sayang Bunda itu. Namun, menurut pembantu panti asuhan bernama Sumini dan biasa dipanggil bibi, bayi tersebut meninggal karena tidak sempat dilarikan ke rumah sakit saat menderita sakit.
"Si bibi bilang pagarnya dikunci dan dia tidak punya ponsel untuk memberitahu Samuel. Bibi ini orangnya Samuel dan Yuni (istri Samuel)," tutup Eric.
(mei/vid)











































