Menag: Kuburan Mewah Perlu Dievaluasi

Fatwa Kuburan Mewah Haram

Menag: Kuburan Mewah Perlu Dievaluasi

Ayunda W. Savitri - detikNews
Rabu, 26 Feb 2014 16:47 WIB
Menag: Kuburan Mewah Perlu Dievaluasi
Ilustrasi kuburan (Grandy/ detikcom)
Jakarta - Menteri Agama Suryadharma Ali menganggap kuburan mewah berlebihan. Terlepas dari fatwa haram kuburan mewah yang dikeluarkan MUI, Suryadharma menilai perlu ada evaluasi jika kuburan dihias berlebihan.

"Kalau kuburan mewah mungkin ada rumahnya ada ruang pertemuannya kemudian juga mempergunakan tanah yang sangat luas gitu, ya itu juga perlu dievaluasi saya kira," ujarnya seusai peluncuran bukunya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2014).

Suryadharma mengajak publik melihat fenomena kuburan mewah ini dari kacamata kemanusiaan. Jangan sampai orang yang masih hidup menjadi telantar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita tinjau dari sisi kemasyarakatan, masih banyak rumah-rumah orang yang masih hidup tapi jelek. Tapi orang yang sudah meninggal kok berlebihan," tuturnya.

Walau belum membaca isi fatwa MUI, Suryadharma berpendapat hal itu diperlukan agar masyarakat tidak berlebihan dalam memberlakukan saudaranya yang sudah meninggal. Dalam Islam, menurut Suryadharma, kuburan hanya perlu ditandai dengan ciri seperlunya.

"Ya kan memang kalau dalam Islam itu kuburan kan sederhana saja. Dia (kuburan) cuma dikasih tanda saja bahwa itu kuburan," jelasnya.

(gah/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads