"Tanggap darurat mulai berlaku sejak hari ini. Ini setelah menyusul 7 kabupaten dan kota di Riau meningkatkan statusnya menjadi tanggap darurat. Sesuai SOP maka dengan sendirinya Pemprov Riau juga meningkatkan dari status Siaga menjadi tanggap darurat," kata Gubernur Riau, Annas Maamun melalui Karo Humas Pemprov Riau, Fahmi Usman kepada detikcom, Rabu (26/2/2014).
Menurut Fahmi, dengan ditingkatkan status dari Siaga menjadi Tanggap Darurat, hari ini juga utusan Pemprov Riau diwakili Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau membawa surat resmi ke Pemerintah Pusat terkait peningkatan status tersebut.
"Kita berharap, Pemerintah Pusat segera membantu daerah untuk menanggulangi kabut asap yang sudah pada status udara tidak sehat. Ini perlu penanganan serius. Karena kita di daerah memiliki fasilitas yang terbatas," kata Fahmi.
Fahmi menjelaskan, 7 kabupaten yang meningkat status siaga menjadi darurat adalah, Kab Bengkalis, Pelalawan, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Dumai dan Kabupaten Siak.
"Dengan demikian, maka Pemerintah Provinsi Riau harus meningkat status juga menjadi darurat. Karena memang begitu aturannya yang ditetapkan pemerintah pusat sendiri," kata Fahmi.
Data yang dihimpun Pemprov Riau, saat ini lebih dari 2.000 hektar lahan dan hutan yang terbakar. Luasan itu berada di 7 kabupaten dan kota.
"Karena itu kita mengharapkan pemerintah pusat segera membantu penanganan kebakaran lahan ini. Bisa dilakukan bom air atau hujan buatan," kata Fahmi.
(cha/mpr)











































