Apalagi di lokasi yang sempat dilakukan peletakan batu pertama proyek monorel oleh Gubernur Jakarta Joko Widodo itu tak lagi ada alat berat. Adanya alat berat menjadi pertanda bahwa proyek monorel masih dikerjakan.
Hal yang sama dirasakan oleh Hesti, (32 tahun). Karyawati sebuah bank swasta di Kuningan, Jakarta Selatan ini mengaku heran dengan mandeknya proyek monorel. Dia pun berharap kalau memang bisa dilanjutkan harus segera direalisasikan.
Apalagi sudah disebar ke media massa dan spanduk di area Tugu 66. Dia pun rela bermacet ria saat monorel dibangun, asal transportasi massal yang nyaman dan murah segera terwujud di Jakarta.
Sementara menurut Gubernur DKI Joko Widodo saat ini masih dilakukan negosiasi terkait kelanjutan proyek monorel. Ada empat hal yang masih alot dalam pembahasan.
|
Pameran monorel di Taman Monas pertengahan 2013 lalu. (Foto - detikcom)
|
PT Jakarta Monorail Minta Subsidi.
|
Presiden Direktur PT Jakarta Monorail John Aryananda menjelaskan kepada media terkait pembangunan Monorel di Jakarta, Jumat (21/02/2014)
|
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jakarta, Andi Baso mengatakan perdebatan soal subsidi monorel sudah terjadi sejak zaman Gubernur Sutiyoso. Saat itu PT Jakarta Monorail menyodorkan angka yang lebih tinggi, yakni 200 ribu penumpang per hari.
Angka tersebut menurut Andi terlalu tinggi sehingga pemerintah provinsi meminta PT Jakarta Monorail mengkaji ulang. âMisalnya dia (PT JM) menetapkan sehari 225 ribu, ternyata yang datang hanya 100 ribu, nah selisih 125 ribu itu pemrov DKI diminta yang bayar. Itu yang kemarin pemda DKIÂ tidak langsung menerima,â kata Andi kepada detikcom, Senin (23/2).
PT Jakarta Monorail Minta Subsidi.
|
Presiden Direktur PT Jakarta Monorail John Aryananda menjelaskan kepada media terkait pembangunan Monorel di Jakarta, Jumat (21/02/2014)
|
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jakarta, Andi Baso mengatakan perdebatan soal subsidi monorel sudah terjadi sejak zaman Gubernur Sutiyoso. Saat itu PT Jakarta Monorail menyodorkan angka yang lebih tinggi, yakni 200 ribu penumpang per hari.
Angka tersebut menurut Andi terlalu tinggi sehingga pemerintah provinsi meminta PT Jakarta Monorail mengkaji ulang. âMisalnya dia (PT JM) menetapkan sehari 225 ribu, ternyata yang datang hanya 100 ribu, nah selisih 125 ribu itu pemrov DKI diminta yang bayar. Itu yang kemarin pemda DKIÂ tidak langsung menerima,â kata Andi kepada detikcom, Senin (23/2).
Penggunaan Aset Pemerintah DKI
|
Gubernur DKI Joko Widodo saat peletakana batu pertama proyek monorel
|
Penggunaan Aset Pemerintah DKI
|
Gubernur DKI Joko Widodo saat peletakana batu pertama proyek monorel
|
Pendapatan Iklan
|
Tiang monorel dipenuhi iklan. (foto - detikcom)
|
âKalau penerimaan tetap ke Dinas Pajak, tapi kan jualan ke luarnya oleh siapa itu yang belum (ada keputusan), jadi masih ramenya di situ,â kata mantan wali kota Surakarata itu.
Â
Pendapatan Iklan
|
Tiang monorel dipenuhi iklan. (foto - detikcom)
|
âKalau penerimaan tetap ke Dinas Pajak, tapi kan jualan ke luarnya oleh siapa itu yang belum (ada keputusan), jadi masih ramenya di situ,â kata mantan wali kota Surakarata itu.
Â
Harga Tiang Pancang.
|
Tiang monorel yang kini mangkrak. (Foto - detikcom)
|
Jika berlarut-larut, Jokowi menyebut masalah tersebut akan berdampak pada target kerja.
Menurut Jokowi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan DKI sudah mengelurakan perhitungan harga tiang pada 5-6 tahun yang lalu.
Sehingga menurut dia hasil perhitungan itulah yang mestinya dijadikan acuan harga sekarang.
âMestinya mengikuti BPKP, tapi kalau dianggap mahal ya mereka saling bicaralah supaya ketemu titik tengahnya, gitu saja, jangan dibuat sulit,â kata Jokowi.
Harga Tiang Pancang.
|
Tiang monorel yang kini mangkrak. (Foto - detikcom)
|
Jika berlarut-larut, Jokowi menyebut masalah tersebut akan berdampak pada target kerja.
Menurut Jokowi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan DKI sudah mengelurakan perhitungan harga tiang pada 5-6 tahun yang lalu.
Sehingga menurut dia hasil perhitungan itulah yang mestinya dijadikan acuan harga sekarang.
âMestinya mengikuti BPKP, tapi kalau dianggap mahal ya mereka saling bicaralah supaya ketemu titik tengahnya, gitu saja, jangan dibuat sulit,â kata Jokowi.
Halaman 2 dari 10











































