SBY ke Gunung Padang pada Selasa (25/2) kemarin ditemani Ibu Ani Yudhoyono dan rombongan menteri terkait. Mereka naik kereta api Pangrango Bogor-Sukabumi-Cianjur yang baru diresmikan bulan lalu. Tim terpadu riset mandiri Gunung Padang yang menangani penelitian menjadi pemandu utama.
Dari foto yang dikirim fotografer istana kepresidenan, tampak SBY dan Ibu Ani berkeliling di atas bukit. Keduanya berjalan tanpa lelah naik turun tangga di tempat historis tersebut. Satu momen menarik ketika SBY berdiri di atas mimbar dan tampak seseorang yang memakai ikat kepala melakukan ritual khusus. Apa maksudnya?
Danny Hilman, pakar geologi yang ikut dalam tim riset Gunung Padang memberi penjelasan. Menurutnya, mimbar tersebut diyakini masyarakat sekitar bernama 'lukisan mahkota dunia'. Titik itu adalah salah satu dari dua lokasi yang dianggap paling keramat di Gunung Padang.
"Jadi ada pundak di teras dua, nah ada yang menonjol itu berupa bukit kecil seperti mimbar, di tengah itu ada namanya lukisan mahkota dunia, oleh masyarakat sekitar itu adalah spot salah satu yang keramat. Satu lagi ada singgasana di teras 5," kata Danny saat dihubungi detikcom, Rabu (26/2/2014).
Menurut Danny, tepat di bawah lokasi SBY berdiri, ada ruang-ruang besar yang sudah terlacak oleh tim riset terpadu. Ruangan tersembunyi itu diduga menyimpan sebuah energi yang besar.
"Di atas mimbar itu, Pak SBY juga mengeluarkan keputusan-keputusan besar soal Gunung Padang," imbuhnya.
Terkait ritual yang dilakukan bersama seorang pria memakai ikat kepala, Danny mengatakan itu adalah penyerahan alat musik bernama Karinding. Alat musik tiup itu adalah khas Gunung Padang. "Jadi itu namanya Pak Eko Wiwi dipersilakan untuk mempergakan alat musik itu ke Pak SBY," imbuhnya.
(mad/nrl)











































