Ditemui di Pasar Senen pada Rabu (26/2/2014), para pedagang mengungkapkan keluh kesahnya pada detikcom. Salah satunya adalah Bapak Hedi, 54 tahun asal Jakarta.
Pak Hedi yang saat ditemui menggunakan kaos berwarna abu-abu mengungkapkan bahwa pemilu tahun ini sudah kehilangan gregetnya. Beliau tak lagi merasakan euforia yang sama dengan periode sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak banyak berbeda dari Ibu Sumi, 35 tahun, yang kali itu sedang sibuk dengan telepon yang tak henti-hentinya berdering. Pedagang yang jauh-jauh datang dari Sumatera itu mengaku mengalami penurunan pemesanan sebanyak 50%.
Menurutnya, salah satu penyebab penurunan adalah masyarakat yang tak lagi bisa dibayar dengan atribut parpol.
"Sekarang sepi. Sistemnya bukan partai sih tapi amplop. Sekarang masyarakat lebih butuh duit ya daripada atribut," paparnya.
Penurunan ini hampir dirasakan oleh semua pedagang yang ditemui di Pasar Senen. Tak hanya itu, beberapa bahkan tak menebus pesanannya sehingga para penjual mengalami kerugian yang cukup tinggi.
(gah/gah)











































