Pemilu Semakin Dekat, Bisnis Atribut Kampanye Masih Lesu

Pemilu Semakin Dekat, Bisnis Atribut Kampanye Masih Lesu

Delia Arnindita Larasati - detikNews
Rabu, 26 Feb 2014 14:03 WIB
Pemilu Semakin Dekat, Bisnis Atribut Kampanye Masih Lesu
Toko kaos di Pasar Senen (Delia/ detikcom)
Jakarta - Bulan-bulan menjelang gelaran Pemilu selalu menjadi momen yang cukup menggiurkan bagi para pelaku bisnis konveksi. Mereka berlomba-lomba menyediakan atribut pemilu. Namun sayangnya, peminat atribut tahun ini tak sebanyak periode lalu.

Ditemui di Pasar Senen pada Rabu (26/2/2014), para pedagang mengungkapkan keluh kesahnya pada detikcom. Salah satunya adalah Bapak Hedi, 54 tahun asal Jakarta.

Pak Hedi yang saat ditemui menggunakan kaos berwarna abu-abu mengungkapkan bahwa pemilu tahun ini sudah kehilangan gregetnya. Beliau tak lagi merasakan euforia yang sama dengan periode sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun lalu banyak sponsor jadi sekali belanja bisa sampai Rp 100 juta. Sekarang paling Rp 10 jutaan. Ini nggak berani gara-gara KPK sudah makin ketat. Baliho turun peminatnya juga gara-gara peraturan baru," terangnya sambil sesekali menghisap sebatang rokok.

Tak banyak berbeda dari Ibu Sumi, 35 tahun, yang kali itu sedang sibuk dengan telepon yang tak henti-hentinya berdering. Pedagang yang jauh-jauh datang dari Sumatera itu mengaku mengalami penurunan pemesanan sebanyak 50%.

Menurutnya, salah satu penyebab penurunan adalah masyarakat yang tak lagi bisa dibayar dengan atribut parpol.

"Sekarang sepi. Sistemnya bukan partai sih tapi amplop. Sekarang masyarakat lebih butuh duit ya daripada atribut," paparnya.

Penurunan ini hampir dirasakan oleh semua pedagang yang ditemui di Pasar Senen. Tak hanya itu, beberapa bahkan tak menebus pesanannya sehingga para penjual mengalami kerugian yang cukup tinggi.

(gah/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads