"Kita lihat dari indikatornya secara makro semuanya membaik. Kalau detilnya nanti akan dibahas dalam rapat ini," kata Gamawan usai pembukaan Raker VI Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2014).
Gamawan mengatakan jumlah seluruh kecamatan yang berlokasi di perbatasan sebanyak 187. Namun BNPP baru memfokuskan 111 kecamatan dalam kurun waktu 5 tahun. Pihaknya mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 198 miliar untuk penanganan wilayah perbatasan tersebut.
"Kita kan tidak pembangunan fisik, hanya stimulan saja. Anggaran itu kita hibahkan ke daerah," kata Gamawan.
Hal senada juga diungkapkan Menko Polhukam Djoko Suyanto. Menurutnya daerah perbatasan juga layak untuk dipamerkan, sehingga perlu fokus penanganan yang lebih maksimal.
"Tapi ya tidak bisa langsung seperti kecamatan di Bogor yang sudah maju, karena BNPP ini baru berjalan 3,5 tahun," terangnya.
Dirinya mengakui, pengelolaan daerah perbatasan memiliki banyak kendala, salah satunya infrastruktur. "Karena wilayah geografi kita kan sangat susah. Apalagi Kalimantan Utara dan Papua," tandasnya.
(kff/ega)











































