"Mungkin itu dipasang sama timsesnya biar sama kayak JK dan Mahfud. Kan yang lainnya udah profesor semua," ucap Ruhut di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2014).
Meski demikian Rhoma mengaku tak ingin menggunakan gelar tersebut di baliho. Gelar tersebut memang didapatnya dari American University of Hawaii (AUH).
"Rhoma itu Profesor dangdut mungkin maksudnya. Aku pun bisa pasang Ruhut Profesor Pening," kelakar Ruhut dengan tawa khasnya.
Ruhut menambahkan memang ada aturan untuk memasang gelar ketika kampanye. Tetapi tentunya gelar tersebut harus dipertanggungjawabkan.
Rhoma sendiri sudah membantah dia ataupun timsesnya memasang baliho 'Prof Rhoma Irama'. Rhoma menduga baliho itu dipasang oleh pendukungnya tanpa ada koordinasi dengan timses.
"Yang dibuat tim saya tidak pakai profesor. Baliho resmi saya tidak ada yang seperti itu, coba lihat di Mampang," ujar Rhoma saat dihubungi terpisah, Rabu (26/2/2014).
(bpn/trq)











































