Siang Ini Polisi Periksa 10 Anak Panti Asuhan Samuel

Siang Ini Polisi Periksa 10 Anak Panti Asuhan Samuel

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 26 Feb 2014 11:51 WIB
Jakarta - Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali melakukan pemeriksaan terhadap anak-anak Panti Asuhan Samuel. Siang ini, 10 anak panti asuhan tersebut akan dimintai keterangannya.

"Siang ini ada pemeriksaan korban, jam 11.00," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada detikcom, Rabu (26/2/2014).

Dihubungi secara terpisah, Gading Satria Nainggolan dari LBH Mawar Saron selaku kuasa hukum korban mengatakan, ada 10 anak panti yang akan diperiksa siang ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang diperiksa hari ini ada 1 korban yang melarikan diri dan 9 orang korban yang dievakuasi kemarin. Totalnya 10 orang korban," jelas Gading.

Kasus ini dilaporkan oleh LBH Mawar Saron ke Bareskrim Polri tanggal 10 Februari 2014 lalu. Kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke Unit PPA Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya, 16 Februari 2014 lalu.

Total ada 37 anak yang ditampung di panti asuhan tersebut. Rata-rata, anak-anak tersebut dirawat di panti tersebut sejak masih bayi. Para anak ini bahkan tidak mengetahui siapa orangtua kandungnya.

Gading Satria Nainggolan pengacara dari LBH Mawar Saron mengatakan, pemilik tidak merawat anak-anak panti asuhan dengan baik. Anak-anak di panti asuhan tersebut tidak mendapatkan asupan gizi yang baik.

"Setiap hari makannya mi instan. Bahkan bayi pun diberi makan mi instan," kata Gading, Senin (24/2) lalu.

Pihak Komnas Perlindungan Anak (PA) sendiri telah mengevakuasi anak-anak panti asuhan, menyusul adanya laporan tersebut. Saat dievakuasi, ada dua balita, satu di antaranya bayi berusia 3 bulan dalam kondisi sakit demam tinggi. Bayi dan balita tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dirawat.

Sementara itu, beberapa hari sebelum adanya evakuasi, ada satu orang bayi yang meninggal di panti asuhan tersebut. Belum diketahui penyebab kematian bayi tersebut, namun pemilik kepada pihak Komnas PA saat itu, mengaku bahwa bayi tersebut meninggal karena sakit.

(mei/ega)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads