"Saya lebih nyaman Rhoma Irama tanpa gelar," kata Rhoma saat dihubungi detikcom Rabu (26/2/2014).
Rhoma memastikan tim suksesnya tidak memasang baliho atau spanduk dengan nama plus gelar. "Yang dibuat tim saya tidak pakai profesor. Baliho resmi saya tidak ada yang seperti itu, coba lihat di Mampang," ujar Rhoma menegaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rhoma menduga baliho 'profesor' yang ada di Jalan Tanjung Barat Raya, Jakarta Selatan, dipasang oleh pendukungnya.
"Kalau mereka (pendukung) menggunakan itu, mereka tahunya dari media saya dapat profesor. Waktu itu kan terekspos media," jawab Rhoma yang menyebut penerimaan gelar kehormatan didapat pada Januari 2005.
Dia menyebut pemasangan baliho swadaya itu dilakukan karena dukungan besar kepada dirinya. "Seringkali saya tabligh akbar di daerah mereka bikin spanduk baliho sendiri, karena mereka suka sama saya dan mereka nggak mengada-ada," imbuh Rhoma.
Saat ini Rhoma masih melakukan sosialisasi dengan mendirikan posko pemenangan. "Saya lagi di jalan mau ke Bumiayu," ujarnya.
(/)











































