Kabut asap pekat masih menyelimuti langit Riau. Kebijakan meliburkan para muridnya, agar terhindar dari penyakit karena asap yang pekat.
"Kita sejak kemarin sudah meliburkan siswa kelas 1 sampai kelas 3 karena kabut asap. Kita berharap, para murid mengurangi aktivitas di luar rumah," kata Rusadin guru SD di Jl Subrantas Pekanbaru kepada detikcom, Rabu (26/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi kebijakan libur ini justru dimanfaatkan para anak-anak untuk tetap bermain di luar ruangan. Aktivitas bermain tetap seperti biasa.
"Kita bingung juga, diliburkan anak-anak juga tak bisa dilarang untuk bermain. Sebenarnya, kalau menurut saya, lebih baik tetap sekolah. Karena di sekolah mereka tetap bisa belajar di ruangan, bukan malah bermain bebas seperti libur sekarang ini," kata Riyan Putra (38) salah seorang wali murid.
Tapi sebagian orangtua murid, memang lebih memilih aktivitas sekolah di liburkan. Ini karena sudah banyak anak-anak menderita penyakit ISPA.
"Kalau kita ya lebih baik diliburkan, dan kita yang mengontrol anak-anak di rumah. Sudah seminggu ini, anak saya terus batuk-batuk dan demam karena kabut asap," kata Ny Reni (35).
Sebagaimana diketahui, sudah berlangsung sebulan ini, kebakaran lahan dan hutan terjadi di Riau. Imbasnya, seluruh wilayah di kepung kabut asap pekat. Aktivitas Bandara di Pekanbaru juga sempat terganggu.
(cha/ega)











































