Bupati Blitar Bantah Korban Tewas Akibat Banjir 13 Orang

Bupati Blitar Bantah Korban Tewas Akibat Banjir 13 Orang

- detikNews
Senin, 06 Des 2004 15:31 WIB
Jakarta - Blitar Selatan berangsur-angsur normal pasca banjir bandang yang terjadi Jumat -Sabtu lalu. Masyarakat telah mulai kembali ke rumah masing-masing, terutama anak-anak muda dan laki-laki dewasa. Sementara ribuan kaum perempuan, orang tua dan anak-anak masih tinggal dipengungsian. Pengungsi yang tadinya berjumlah 27 ribu, kini telah berangsur-angsur berkurang. Korban meninggal akibat banjir bandang ini 8 orang tewas, namun ada juga yang menyebutkan 13 orang."Kalau ada yang menyebutkan korban 13 orang tewas itu gak benar. Yang benar 8 orang. Yang lain mereka meninggal karena sakit-sakitan dan sudah tua. Bukan karena banjir bandang. Ini perlu saya luruskan agar tidak salah persepsi."Demkian diungkapkan Bupati Blitar Imam Muhadi saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon selularnya, Senin (6/12/2004) pukul 15.00 WIB. Banjir bandang di Blitar Selatan ini terparah di kecamatan Sutobayan dan Kademangan, menyebabkan sedikitnya 26 rumah hanyut, 86 rumah rusak parah, ribuan ternak mati dan ribuan hektar sawah terendam. Selain itu sekitar 27 ribu warga mengunngsi. Kerugian mencapai sekitar Rp 23 miliar.Menurut Imam Muhadi, pemerintah telah membrikan bantuan beras dan uang. "Gubernur Jawa Timur sudah memberikan bantuan beras 10 ton dan uang sebesar Rp 75 juta. Kemudian hari ini ada tambahan lagi bantuan beras 10 ton. Selain itu sumbangan dari masyarakat terus mengalir, banyak sekali," tambahnya.Ketika ditanya mengenai penyebab banjir benarkah karena bendungan Serut tak dibuka, sehingga air meluap. Imam Muhadi hanya mengatakan penyebab terbesar adalah akibat hujan deras 2 hari terus menerus. Sedangkan soal hutan gundul, menurut Imam Muhadi, penyebabnya bukan karena reboisasi. "Karena reboisasi baru berumur 1-2 tahun. Jadi secara logika belum mampu menampung air," kilahnya.Sementara itu, dari pegunungan yang membujur dari barat ke timur, sisi sebelah selatan akibat derasnya air menyebabkan banyak korban, tak kurang 960 rumah rusak dan tertimbun longsoran tanah. Sedangkan sebelah utara mengalir ke kali Berantas."Nah yang dam Serut air sudah tidak bisa tertahan, akhirnya meluap. Bendungan ini tak mungkin dilepas, kalau dilepas, Kediri, Jombang, Mojokerto dan Surabaya kena dampaknya," kata Imam Muhadi.Hanya, untuk mengatasinya, menurut Bupati Blitar,nantinya akan dibuat sodetan dari bawa bendungan ini. "Sekarang sudah dalam tahap perencanaan. Mudah-mudahan setelah ada bantuan dana dari pemerintah pusat, bisa tertangani," ujarnya. (jon/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini