Lion Air Santuni Korban Tewas Rp 400 Juta/Orang
Senin, 06 Des 2004 15:37 WIB
Jakarta -
Korban tewas pesawat MD-82 Lion Air yang nyungsep di kuburan dekat Bandara Adi Sumarmo, Solo, akan mendapat santunan masing-masing Rp 450 juta. Rinciannya, Rp 50 juta dari Jasa Raharja, Rp 400 juta dari PT Lion Air.Demikian disampaikan PR Manager Hasyim Arsal Alhabsy kepada wartawan dalam jumpa pers di kantornya, Jl Gajah Mada, Jakpus, Senin siang (6/12/2004). Hasyim menegaskan, korban tewas insiden Lion Air itu ada 25 orang.Hasyim menjelaskan, korban yang mengalami luka-luka sebanyak 37 orang, besaran santunannya masih dihitung dengan pihak asuransi. Sementara, Jasa Raharja menyantuni korban luka maksimum Rp 25 juta."Santunan total Rp 450 juta dari Lion Air dan Jasa Raharja akan segera diserahkan kepada ahli waris korban meninggal setelah persyaratan administrasi lengkap," kata Hasyim.Saat ini pihak Lion Air masih mendata alamat-alamat korban yang masih simpang siur. "Kami mengumpulkan data secara kongkret, tidak ada yang kami lepas hak-haknya. Bahkan, bagi korban yang menjadi tulang punggung keluarga, seluruh anaknya dari SD, SMP, SMA, dan kuliah, akan ditanggung biayanya oleh Lion Air. Itu semua sesuai kemampuan kami," urainya. Lion Air juga akan menanggung semua ongkos perawatan korban di RS.Mengenai pemulihan citra Lion Air di mata masyarakat, belum akan dilakukan. "Kami tidak berpikir ke situ. Kalau ada 100 program yang kami lakukan, maka recovery citra itu adalah program ke-101," jelas Hasyim.Saat ini, pihaknya tengah berkonsentrasi menyelesaikan kasus kecelakaan itu dan interaksi dengan pers diharapkan akan memulihkan citra penerbangan ini. "Kita harapkan pers bisa menjelaskan keadaaan yang sebenar-benarnya," katanya.Bagaimana jika ada korban yang menggunakan nama/identitas lain? Hasyim menyatakan, proses pemberian ganti rugi masih akan menunggu hasil investigasi pihak asuransi."Tapi menurut saya itu adalah suatu kesalahan dengan memberikan keterangan palsu. Apakah kalau ada orang seperti itu masih pantas diberikan santunan?" demikian Hasyim. Uji KelayakanSementara di tempat yang sama, Account Manager Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia Khomsadi Setiawan memastikan pesawat MD 82 Lion Air dengan nomor penerbangan JT 538 telah melalui uji kelayakan. "Semua telah mengikuti apa yang ada di maintenance program," kata Khomsadi Menurut Khomsadi, maintenance program tersebut digunakan sebagai acuan bagi pesawat baik yang digunakan untuk Low Cost maupun High Cost. "Tingkat kehandalannya tidak akan berbeda. Untuk yang Low Cost maupun High Cost. Pada prinsipnya semua pesawat yang sudah dicek akan mempunyai tingkat kelayakan yang sama," demikian Khomsadi.
(nrl/)










































