"Demokrasi di Indonesia mulai mengarah pada munculnya populisme. Populisme di Indonesia tidak bersifat ideologis," ungkap Peneliti UGM Amalinda Savirani, MA dalam paparan riset di Auditorium Nusantara V MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2014).
Populisme merupakan strategi politik untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Oleh karena itu, demokrasi yang semula hanya dipenuhi oleh aktor dominan (elitis) menjadi bergeser ke aktor alternatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walhasil, para aktor dominan pun mencoba mengikuti pola yang dilakukan aktor alternatif. Mereka berupaya mengambil hati rakyat dengan populisme.
Survei ini dilakukan secara kualitatif yakni dengan wawancara mendalam terhadap 592 orang dari 28 kota/kabupaten. Informan dalam survei merupakan tokoh-tokoh pro demokrasi di setiap wilayah.
(bag/rmd)










































