Didi Dwi yang kembali duduk di kursi saksi kembali menegaskan bosnya kala itu Waryono memerintahkan dirinya menyiapkan kebutuhan duit untuk anggota DPR. Duit ini berasal dari SKK Migas yang diberikan dua tahap yakni US$ 140 ribu dan US$ 50 ribu.
"Jadi begini Pak setelah Pak Rudi ditangkap itu siangnya kita ada rapat inti. Rapat inti itu biro-biro, salah satunya itu membahas penangkapan Pak Rudi. Lalu kami lapor ke Pak Sekjen bisik-bisik Pak yang US$ 50 ribu dari Pak Rudi masih ada Pak, demi Tuhan itu yang saya lakukan," kata Didi yang duduk di sebelah Waryono dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (25/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Didi menegaskan mendapat perintah Waryono untuk menyerahkan duit US$ 140 ribu ke Komisi VII. "Jadi sebelum beliau berangkat, beliau titip saya Pak Didi segera dibawa sampaikan ke komisi VII ke ketua komisi. Karena saya takut, saya telpon Pak Irianto Pak orang dekat Pak Sutan. Pak Ir ini ada titipan untuk Pak Sutan. Datang dia ke ruang rapat pak sekjen ruang rapat kami. Kami sampaikan tanda terima lalu dia bawa," ujarnya.
Selain itu Didi juga mendapat perintah menghitung uang yang diterima dari SKK Migas. "Setelah uang itu ada, buka dan hitung. Ada beliau, kami bilang itu bukan tupoksi saya," tegasnya.
Waryono membantah keterangan Didi. "Itu kapan Pak Didi Masya Allah, kapan, ya Allah saya," katanya menengok ke arah Didi yang terus menghadapkan wajah ke majelis hakim.
Waryono terus berkelit, pada hari yang sama, dia sibuk menyiapkan materi untuk rapat. "Saya jujur aja pak Didi ya, saya itu pada saat hari yang sama, kita itu menyiapkan substansi materi dengan Pak Ego (Karo Perencanaan ESDM), ada Pak Odi, Pak Asep di tempat lain untuk menyiapkan itu. Kita injek ruangan aja hampir nggak sempat. Anda inget waktu itu coba direnungkan kembali saya setiap raker, sekjen bertanggungjawab. Anda ingat saya tidak sempat nemuin tamu," tuturnya.
Didi menyebut Waryono memang datang ke ruang rapat terkait duit tersebut."Beliau moving Pak dari ruang kerja beliau, terus keluar ke ruang rapat uang ada saya, terus ke ruang rapat besar," sebutnya.
Waryono kembali membantah. "Saya sama sekali yang Pak Didi laksanakan, kapan saya ketemu gitu loh Pak Didi, saya dengan kawan tim buser menyiapkan itu, kapan kita ketemu. Dosa Pak Didi kalau menyatakan itu. Ini menyangkut integritas kejujuran," kilahnya yang disambut riuh pengunjung sidang.
(fdn/ega)











































