Gus Dur Ancam Somasi 2 TV
Senin, 06 Des 2004 14:29 WIB
Jakarta - Gus Dur mengancam akan mensomasi 2 stasiun televisi swasta, Trans TV dan Metro TV senilai Rp 100 milyar. Ancaman tersebut berkaitan dengan pemberitaan seputar Muktamar NU di Boyolali, Jawa Timur pekan lalu. Berita yang dibuat oleh kedua stasiun televisi tersebut dinilai ikut andil dalam perpecahan NU, bahkan ikut mengadu domba antara Gus Dur dengan KH Sahal Mahfudz dan Hasyim Muzadi. Demikian penegasan Gus Dur di Hotel Hilton, Jakarta, usai menjadi pembicara dalam seminar bertajuk Future of Islam Democracy and Autoritarianism in The Moslem World, Senin (6/12/2004). Mustasyar PBNU ini menceritakan bahwa dalam Muktamar NU ke-31 di Boyolali kemarin diberitakan oleh Metro TV bahwa dirinya yang hendak datang ke sidang komisi pada hari Rabu (1/12/2004) ditolak oleh peserta sidang. Saat itu tengah berlangsung sidang komisi organisasi yang membahas masalah tata cara pemilihan ketua umum PBNU dan rais am NU di ruang muzdalifah. "Ada kabar dari Metro (TV) bahwa saya mau datang ke sidang komisi tapi ditolak, padahal saya itu tidak (ditolak). Saya hanya diminta orang-orang untuk datang melihat-lihat muktamar. Yang lari itu justru pimpinan sidang KH Hafiz Utsman dan Said Agil Siradj," jelas Gus Dur. Gus Dur melanjutkan bahwa selain Metro TV, Trans TV juga akan dimintai klarifikasi seputar wawancara Trans TV dengan dirinya tentang Gedung PBNU Pusat yang berlokasi di Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat."Saya cerita bahwa dulu Mustafa Zuhad salah satu ketua PBNU bilang mau meresmikan gedung, kok enak betul utangnya saja belum dibayar kok mau diresmikan, awas kalau nekat sampai seperti itu saya ledakin bom gedung 9 tingkat itu. Saya ceritakan konteks itu masalah angpau lima tahun lalu," jelas Gus Dur. Namun menurut mantan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU, dalam penjelasan Trans TV diberitakan bahwa seolah-olah dirinya mengancam. "Saya justru tidak mengancam, biasa-biasa saja. Sangat disayangkan kenapa tidak memastikan dulu pernyataan saya," ungkap Gus Dur. Namun, sebelum mensomasi, Gus Dur akan meminta agar kedua stasiun swasta tersebut segera mengklarifikasi berita yang mereka buat pada empat buah koran yang ditunjuk dalam kurun waktu 10 hari. "Karenanya saya akan buat surat nanti, saya minta dalam waktu 10 hari hari di-clear-kan pada 4 koran yang saya tunjuk. Kalau tidak saya akan somasi Rp 100 milyar biar kapok," demikian Gus Dur.
(dni/)











































