Usut Munir, Polly & 10 Rekannya Terus Didalami Mabes Polri
Senin, 06 Des 2004 14:05 WIB
Jakarta - Salah seorang pilot Garuda Indonesia, Pollycarpus Budihari Priyanto, terus didalami Mabes Polri dalam kaitan meninggalnya Munir pada awal September lalu. Sebanyak 10 rekan Polly juga akan didalami pada minggu ini."Dari 41 kru Garuda yang telah diperiksa, 11 orang akan dilakukan pendalaman khususnya bagi kru yang melakukan kontak langsung dengan Munir, seperti kru yang bertugas memberikan makanan, yang membawa makanan, atau mereka yang pertama kali menolong Munir," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Paiman, di kantornya, Jl.Trunojoyo, Jaksel, Senin (6/12/2004).Mabes Polri saat ini juga masih melakukan koordiasi dengan pihak Imigrasi untuk mengetahui alamat dari penumpang-penumpang yang duduk di sekitar Munir dalam penerbangan Jakarta-Belanda transit di Singapura."Nama-namanya sudah kita ketahui, tinggal alamatnya saja dan kita akan melakukan pemeriksaan jika alamatnya sudah diketahui," katanya.Ditaya soal adanya pengakuan dari pihak keluarga (alm) Munir bahwa Polly pernah menelepon Munir/Suciwati 2-3 hari sebelum Munir terbang ke Belanda, Paiman menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kebenarannya.Seperti diberitakan, Munir diduga meninggal dunia karena racun arsen pada 7 September 2004, 3 jam sebelum GA-974 yang ditumpanginya mendarat di Bandara Schiphol Belanda.Polly adalah sosok menarik dalam kasus ini karena dia diketahui paling banyak berkomunikasi dengan Munir sebelum Munir tutup usia. Polly mengajak Munir saat berada dalam pesawat untuk pindah duduk ke bangku nomor 3 K di kelas bisnis. Padahal sebelumnya, Munir terdaftar di kelas ekonomi dengan nomor tempat duduk 40 G. Dikonfirmasi soal ini, Polly berdalih, apa yang dilakukannya hanyalah servis belaka kepada pelanggan Garuda, apalagi kepada tokoh penting sekaliber Munir.
(nrl/)











































