Sakit Menahun, Suparman Nekat Gantung Diri

Sakit Menahun, Suparman Nekat Gantung Diri

- detikNews
Selasa, 25 Feb 2014 12:33 WIB
Semarang - Seorang penjual telur puyuh, Suparman (46), ditemukan tewas gantung diri di rumah kontrakanya di Wotgandul Baben RT 07 RW 02, kelurahan Gabahan, Kecamatan Semarang Tengah. Ia diduga mengakhiri hidupnya karena sakit yang dideritanya.

Jasad Suparman menggantung di ruang tamu dengan menggunakan tali rafia putih. Awalnya, tetangga korban, Kayatun (70), merasa curiga karena gerobak yang biasa digunakan berjualan telur puyuh masih berada di depan rumah hingga siang hari. Padahal biasanya Suparman sudah mulai keliling menjajakan telur puyuh sejak pagi.

"Saya coba tanya ke orang-orang, lihat dia (Suparman) atau tidak. Soalnya biasanya sudah mulai jualan pagi-pagi," kata Kayatun di rumahnya, Wotgandul Baben, Semarang Tengah, Selasa (25/2/2014).

Kayatun yang tahu korban memiliki penyakit gula merasa khawatir. Ia lalu mengajak tetangga lain untuk melihat kondisi Suparman. Namun saat menengok dari jendela, terlihat tubuh kurus Suparman menggantung di ruang tamu.

"Saya tidak berani lihat, tapi tadi waktu ditemukan masih menggantung. Dia di rumah sendirian, soalnya yang lain sudah mulai jualan," ujarnya.

Diduga Suparman nekat bunuh diri karena penyakit yang sudah diderita bertahun-tahun. Ia tinggal di Semarang tidak bersama keluarganya, istri dan tiga anaknya tinggal di daerah asalnya Kampung Bandaran, Kelurahan Pecuk, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak.

"Setahu saya sudah diobati berkali-kali, mungkin kambuh lagi," kata Kayatun.

Setelah Tim Inafis Polrestabes Semarang tiba, korban yang mengenakan kaos putih dan celana pendek itu diturunkan dari tali rafia putih yang melilit leher dan menggantungnya di dekat jendela. Jenazah kemudian dibawa ke RSUP Dr Kariadi Semarang untuk dilakukan visum.

(alg/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads