Bantah PSK, Wanita yang Terjaring Razia Dinas Sosial Dijemput Keluarganya

Bantah PSK, Wanita yang Terjaring Razia Dinas Sosial Dijemput Keluarganya

Rini Friastuti - detikNews
Selasa, 25 Feb 2014 11:57 WIB
Bantah PSK, Wanita yang Terjaring Razia Dinas Sosial Dijemput Keluarganya
Wahyu yang memangku tas merah
Jakarta - Siswati (58) bersama dua orang cucunya Cristian Ronaldo (5) dan Richart Gabriel (3) tergopoh-gopoh datang ke kantor Sudin Sosial Jakarta Selatan. Sambil menangis, wanita itu mengaku mencari anaknya yang bernama Wahyu Supriyati Ningsih, salah satu dari 13 orang wanita yang terjaring razia PSK Sudin Sosial dan Satpol PP pada 19 Februari lalu.

"Pak tolong anak saya dibebaskan. Dia salah tangkap. Saat itu anak saya lagi duduk di pinggir jalan Melawai tiba tiba ada razia dan ditangkap pak," ujar Siswati saat menjelaskan kepada petugas Sudin Sosial, Selasa (25/2/2014).

Kepada petugas, Suswati menjelaskan saat ini anak-anak Wahyu selalu menanyakan keberadaan ibunya yang tak kunjung pulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kasihan pak, dia punya anak kecil masih berusia 7 bulan. Dan ini dua orang anaknya juga saya bawa. Anak-anaknya menanyakan terus di mana ibunya," jelas Siswati.

Petugas lalu menanyakan keberadaan suami anaknya. Siswati mengaku suami Wahyu saat ini sedang berada di Tual, Maluku.

"Kasus ini jangan sampai tahu suaminya. Nanti bisa perang dunia pak. Suaminya di sana sebagai nelayan. Anak saya baru 10 bulan di sini. Dia datang ke sini karena mau melahirkan. Kalau di sana jauh dari rumah sakit. Makanya dia melahirkan di sini," tukasnya.

Kembali petugas bertanya tentang aktivitas sehari-hari Wahyu. "Dia kan punya motor sendiri. Kalau sore katanya mau main. Saya tidak tahu mainnya kemana, nanti pulangnya sudah larut malam kadang sampai pagi," jawabnya pelan.

"Wahyu dari SMP sudah nakal. Saya sering dipanggil sekolah karena sering bolos. Di SMA tambah nakal makanya dia dikeluarkan dari sekolahnya, eh akhirnya tuh kejadian sama suaminya sekarang," papar Siswati.

Namun, untuk mengeluarkan Wahyu, Sudin Sosial memiliki beberapa kendala.

"Ibu Siswati ternyata memiliki KTP Jawa Tengah, sedangkan Wahyu memiliki KTP Tual. Jadi untuk mengurus pemulangan dari panti sulit," ujar Kasi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Sudin Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda kepada detikcom.

Menurutnya, apabila keluarga Wahyu ternyata tidak bisa mengeluarkan dari panti, nantinya Wahyu tetap akan dibina di panti PSK Kedoya. Disana, wanita tersebut akan direhabilitasi selama 6 bulan.

"Disana nanti akan mendapatkan pendidikan keterampilan seperti tata boga tata busana dan lainnya. Di panti juga akan mendapatkan bimbingan sosial keagamaan oleh para profesional di bidangnya," tutup Miftahul.

(rii/ega)


Berita Terkait