"Sudah dari dua bulan lalu spanduk itu dipasang untuk menyambut acara maulid. Rhoma diundang di dekat masjid sini," kata salah seorang warga bernama Hasyim (60) saat ditemui di lokasi, Selasa (25/2/2014).
Hasyim pun tak tahu raja dangdut itu memiliki gelar terhormat di bidang akademik. Ia hanya tahu Rhoma irama memiliki gelar raden dan haji, tapi tak pernah ia dengar gelar profesor.
"Wah, dia kayaknya kurang cocok, kalau urusan musik dan berdakwah oke, tapi kalau politik kurang cocok," kata Hasyim.
Hal berbeda disampaikan seorang ibu rumah tangga bernama Kholila saat melihat spanduk dengan logo Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di atas kepala Rhoma ini. Ia yakin gelar profesor Rhoma telah lama disandang oleh ksatria bergitar tersebut.
"Ya benarlah gelarnya itu. Kalau nggak benar pasti sudah ada yang menuntut. Kalau nggak ada yang menuntut berarti benar, kan orang pintar. Dia bisa bahasa Arab dan bahasa Inggris," ujar ibu-ibu yang mengaku menggemari Rhoma dari kecil itu.
Terkait dengan pencapresan, Kholila merasa yakin Rhoma tak ingin maju sebagai capres. Namun karena dorongan dari para kiyai, mau tak mau Rhoma turut serta meramaikan bursa capres dalam pemilu 2014.
"Sebenarnya Rhoma nggak mau itu, cuma karena ada dukungan dari para kiyai saja," ujar Kholila.
Belum diketahui bidang yang dikuasai Rhoma sehingga mendapatkan gelar profesor tersebut. Namun spanduk berukuran tinggi 3 meter dengan lebar 2 meter ini berdiri menarik perhatian para pengendara yang melintas.
(vid/trq)











































