Tuntut Kenaikan UMP, Buruh Adu Mulut dengan Anggota DPRD
Senin, 06 Des 2004 13:05 WIB
Jakarta - Untuk kesekian kalinya ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Bersatu menggelar demo di depan gedung DPRD DKI Jakarta. Ratusan buruh tersebut menolak kebijakan Upah Minimum Propinsi (UMP) DKI Jakarta 2005 yang menetapkan UMP DKI Jakarta pada tahun 2005 sebesar Rp 711.843. Aliansi menuntut agar UMP yang dikeluarkan berdasarkan SJK Gub DKI Jakarta No. 2515, setara dengan Kebutuhan Hidup Minumin (KHM) sebesar Rp 759.953 berdasarkan survei tripartit DKI. Demo berlangsung sejak pukul 10.00 WIB dari Bunderan HI menuju DPRD DKI Jakarta. Buruh yang tergabung dalam koalisi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak Gas Bumi dan Umum (FSP KEP), FSPSI REF, Serikat Pekerja Nasional (SPN), dan Asosiasi Pekerja (Aspek), menolak upah murah dan UMP 2005 yang mulai diberlakukan 1 Januari 2005. Hingga kini demo masih berlangsung. Sementara belasan perwakilan buruh mengadakan pertemuan dengan sejumlah anggota DPRD Komisi E, diantaranya dengan Agus Darmawan anggota komisi E DPRD dari fraksi PAN dan Wakil ketua Komisi E Achmadi Hasan Ihsak. Iqbal, salah satu perwakilan buruh, mengatakan bahwa Aliansi Buruh Bersatu menginginkan agar mereka bisa bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. "Pertemukan kami dengan gubernur. Kami tidak memaksa, tapi kami hanya meminta DPRD agar bisa memanggil gubernur agar putusan UMP yang sudah ditetapkan bisa berubah," ungkap Iqbal.Menurutnya, kenaikan UMP yang hanya sebesar Rp 40.000 dari UMP sebelumnya tidak berdampak apapun bagi kamu buruh. UMP 2004 sebelumnya ditetapkan sebesar Rp 671.550. Terlebih tahun 2005 nanti pemerintah berencana menaikkan harga BBM sebesar 40% dari harga BBM sekarang. Akibatnya adalah kenaikan harga barang dan jasa secara drastis. Dengan UMP 2005 tersebut, Iqbal tidak yakin upah tersebut sanggup mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. "Mengapa hanya sekedar hidup layak saja masih sulit?" tanyanya. Sementara, dalam pertemuan siang ini antara anggota Komisi E dengan perwakilan buruh, Anggota Komisi E Agus Darmawan mengatakan bahwa, pihaknya sudah menyurati pimpinan dewan untuk meminta gubernur melakukan peninjauan ulang terhadap SK tersebut. Namun hingga kini pimpinan dewan belum memberikan balasan.Wakil ketua Komisi E Achmadi Hasan Ihsak menambahkan bakwa pihaknya sudah meminta gubernur melalui kepala dinas pekerjaan dan transmigrasi Pemprov. DKI Jakarta Ali Zubeir untuk meninjau ulang SK tersebut. Namun hingga kini belum ada tanggapan. Pertemuan siang ini yang sudah berlangsung ke-4 kalinya antara perwakilan buruh dengan anggota DPRD belum membuahkan hasil. Bahkan sempat terjadi adu mulut diantara mereka. Adu mulut terjadi saat wakil ketua komisi memberikan ceramah tentang UMP, namun langsung dipotong oleh perwakilan buruh. Karena perwakilan buruh meminta agar anggota DPRD langsung mempertemukan mereka dengan gubernur, bukan memberikan ceramah. Sayangnya, Sutiyoso siang ini tidak berada di kantor. Ia tengah mendampingi Wapres Jusuf Kalla membuka Munas REI di H. Borobudur sejak pukul 11.00 siang tadi.
(dni/)











































