"Keterlaluan itu! Itu bukan omong kosong, itu betul-betul," kecam Sidharto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2014).
Sidharto bisa memastikan bahwa pelaku tindak sabotase itu adalah orang profesional berdasarkan penuturan Jokowi. Namun segala pernik penyadap di rumah dinas Gubernur DKI kini sudah dibersihkan.
"Dua bulan lalu saya dengar dari beliau sendiri. Itu betul-betul orang profesional dan sekarang sudah dibersihkan oleh profesional juga," kata pria 77 tahun ini.
Motif politis disinyalir menjadi latar belakang aktivitas spionase ini. Tak seharusnya orang seperti Jokowi disadap. Penyadapan akan lebih tepat dilakukan terhadap koruptor, separatis, dan teroris.
"(Alat sadap) Bukan dari Glodok. Saya sudah dengar dari Jokowi dua bulan lalu. Saya kira itu soal alasan politik, kompetitor," ujar senior PDIP itu.
Jokowi memang tak melapor. Namun, menurut Sidharto, pihak yang berwajib sudah tahu masalah ini.
"Pak Jokowi sendiri tak berniat melapor dan melempar ke publik. Bukan pencitraan, tidak. Polisi tahu ini kok," ucapnya.
(van/nrl)











































