"Siap, siap," ucap Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2014).
Ruhut menyatakan, jangankan Risma, bahkan kader yang bermasalah dengan kasus korupsi dari partai lain saja diterima masuk Demokrat. Namun ketika kader tersebut terbukti tersandung korupsi, partai tak segan-segan mengantarkannya ke KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Risma memang seolah mendapat 'rayuan-rayuan' bernuansa politis dari partai luar PDIP. Risma yang notabene kader PDIP itu belum lama ini diundang Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso. Seperti diketahui, Priyo merupakan politisi Golkar. Ruhut mempunyai penilaian tersendiri.
"Priyo nggak usah capek-caprek ngelamar lah, dia (Risma) pasti lebih senang lihat aku daripada Priyo," ujar Juru Bicara Demokrat ini di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2013).
Ruhut menilai sebaiknya Priyo yang notabene politisi Partai Golkar itu tak usah mencampuri urusan PDIP. Ruhut menyatakan semua ini dengan gaya khasnya yang santai dan lucu.
"Nggak usah campuri urusan rumah tangga PDIP lah. Kayak Priyo itu manusia-manusia genit," ucap Ruhut yang dikenal kerap memberi pernyataan 'ceplas-ceplos' ini.
Namun Ketua DPP Puan Maharani menyarankan Risma menyelesaikan persoalan itu di internal PDIP. Tidak membawa persoalan ke luar. "Jangan kemudian memperkeruh suasana lari kanan kiri. Jadilah dirinya sndiri. Boleh saja kita berkeluh kesah, sebagai manusia biasa itu wajar, tapi akan lebih baik tidak memperkeruh suasana," sindirnya.
Puan akan bertanya langsung ke Risma terkait persoalan pemilihan Wawali Surabaya. Dia juga mengingatkan Risma agar setiap ada persoalan dibicarakan dulu di internal partai.
(dnu/van)











































