"Ini tahun politik. Alhamdulillah kader PDIP dianggap mumpuni untuk dibajak. Dan itu kembali lagi ke dirinya masing-masing, cocok di mana, mau ke mana, dan apa yang dirasakan di hatinya, itu yang akan menjadi pilihan politik bagi dirinya dan rakyat yang akan menilai," kata putri Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri ini saat ditanya kemungkinan Risma dibajak itu.
Hal ini disampaikan Puan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2014).
Namun demikian Ketua FPDIP DPR ini yakin Risma punya etika politik yang baik. PDIP tak akan melarang maupun menahan Risma.
"Kita tanya saja nanti. Sebagai orang yang paham etika, mau masih tetap atau nggak tetap sebaiknya Bu Risma ya kulonuwun-lah. Orang majunya kulonuwun kok, masak kemudian pisahnya nggak kulonuwun. Sebagai orang Jawa bisa kita pastikan, harusnya paham," katanya.
Tapi Puan sendiri tak yakin Risma bakal meninggalkan PDIP. Meskipun saat ini Risma diisukan santer bakal mundur dari kursi Wali Kota Surabaya karena pemilihan Wawali Surabaya yang dinilai Panitia Pemilih (Panlih) cacat prosedur.
"Emang Bu Risma mau pisah dari PDIP? Tanya dulu dong Bu Risma," katanya.
Prestasi Risma sendiri diakui oleh lembaga internasional, terbukti dengan terpilih sebaga Mayor of the Month untuk bulan Februari 2014 versi City Mayor Foundation yang berkedudukan di London. Anggota Dewan Pembina Gerindra menyebut kemungkinan menduetkan Risma dengan Prabowo.
"Tentu kami mengapresiasi prestasi beliau. Kebetulan beliau juga menjadi salah satu tokoh yang dilirik untuk menjadi pasangan Pak Prabowo (capres Gerindra). Karena kita melihat Bu Risma itu figur yang berprestasi," ujar anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat, Kamis (20/2/2014).
(van/nrl)











































