SBY Ajak Kaum Beriman Tangani Terorisme

SBY Ajak Kaum Beriman Tangani Terorisme

- detikNews
Senin, 06 Des 2004 11:51 WIB
Yogyakarta - Presiden SBY mengingatkan ancaman terorisme di depan para peserta Dialog Kerjasama Lintas Agama di Ballroom Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta, Senin (6/12/2004). Turut berpidato juga Menlu Alexander Downer. Australia turut mensponspori acara yang diikuti 10 negara Asean, ditambah Australia, New Zealand, Papua Nugini dan Timor Leste ini."Dalam pandangan saya, terorisme itu harus dianggap sebagai musuh semua agama. Teror itu merupakan kelompok yang sangat terorganisir, berkecukupan dana serta punya ketrampilan tinggi dalam menebarkan penganiayaan dan rasa takut dengan membantai orang-orang tak bersalah," urai SBY.Menurut SBY, teroris tidak pernah beroperasi tanpa masyarakat sebab mereka membuat tempat perlindungan dan basis operasi di dalam masyarakat. Mereka menghasut rakyat atas bebagai ketidakpuasan yang nyata maupun yang direkayasa."Dan kita ingin orang-orang beriman seperti Anda sekalian mempunyai komitmen untuk memberikan pencerahan dan nilai-nilai kemanusiaan yang paling utama kepada yang lain seperti sikap toleransi dan kasih sayang," urainya."Orang beriman seperti Anda mempunyai tanggung jawab untuk membawa pesan kebenaran, kesatuan, dan harapan hingga ke tingkat akar rumput di masyarakat. Dengan demikian, pesan tersebut akan kuat menggema di antara orang-orang yang cinta damai pada semua lapisan," demikian Presiden SBY.RadikalismeSementara itu, Menlu Downer menyatakan, memerangi radikalisme menuntut adanya langkah-langkah keamanan yang lebih baik. Memerangi terorisme itu menuntut perlunya memenangi sebuah pertempuran ide.Menurutnya, keberhasilan jangka panjang perjuangan melawan radikalisme itu ditentukan oleh keberhasilan memberdayakan mayoritas umat beragama yang moderat di masyarakat dengan tujuan mereka itu dapat melakukan kerjasama untuk menolak ajaran, kebencian dan kekerasan yang menyimpang."Tokoh agama dan masyarakat merupakan bagian penting dari usaha untuk mengembangkan saling pengertian dan kerukunan antarpemeluk agama," kata Downer.Dikatakannya juga, dialog internasional tentang kerjasama lintas agama ini bertujuan mengusung peranan penting tokoh agama dalam membangun kerukunan masyarakat di Asia Tenggara."Baik Australia dan Indonesia tidak menginginkan adanya radikalisme yang bertujuan mengobarkan api permusuhan, kekerasan, dan hancurnya hubungan antaragama. Dengan memajukan pengertian dan belajar dair pengalaman orang lain, dialog lintas agama ini akan meneguhkan kemauan keras bersama untuk menghadapi masalah terorismedan radikalisme," ungkapnya.Menurutnya, apa yang kita hadapi sekarang ini adalah perang antara arus utama yang moderat dan cinta damai melawan minoritas kecil penganut kekerasan, yakni antara mereka yang mempertahankan keutuhan iman mereka melawan mereka yang bersedia membunuh manusia tak berdosa atas nama agama."Perang melawan terorisme itu menuntut usaha multidimensi, termasuk langkah-langkah pengamanan, penghancuran sumber keuangan teroris dan kerjasama politik yang lebih erat antarpemerintah," demikian Downer. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads