Duk! Duk! Para Petani Lempari Kemendag dan Jejali 'Pocong' Apel Malang

Duk! Duk! Para Petani Lempari Kemendag dan Jejali 'Pocong' Apel Malang

Delia Arnindita Larasati - detikNews
Senin, 24 Feb 2014 12:47 WIB
Duk! Duk! Para Petani Lempari Kemendag dan Jejali Pocong Apel Malang
(Foto: Delia AL/detikcom)
Jakarta - Ratusan apel malang yang ranum berserakan di depan Gedung Kementerian Perdagangan di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat. Di atasnya tidur dua 'pocong', yang dijejali apel malang oleh para petani.

Tak cukup itu, apel-apel itu lantas dilempar ke arah Gedung Kemendag, dag dug! Apel-apel itu sempat nyasar pada beberapa dari 200 polisi yang berjaga di depan Gedung Kemendag itu dan membuat sang polisi sewot, "Jangan dilempar ke sini deh, jangan dilempar ke arah polisi".

Itulah demo protes dari Asosiasi Hortikultura Nasional (AHN) pada Senin (24/2/2014) ini di depan Kemendag. Mereka, sekitar 70-80 pendemo yang mengaku dari petani apel malang Pasuruan, Bumiaji Batu dan Malang itu protes lantaran Kemendag membuka keran impor buah-buahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang harga apel di Malang Rp 2.500 per kg, padahal biaya produksinya Rp 7 ribu. Karena itu petani tidak bisa nutup. Karena sekarang sekitar 600-700 ribu ton impor diizinkan pemerintah, tahun lalu cuma 230 ribu. Pemerintah harusnya kurangi volume impor 37 produk horti yang tidak dikenai preferensi harga terutama apel," kata Sekjen AHN Ramdansyah saat berorasi.

Selain itu mereka meminta impor hanya sebagai solusi sementara untuk menutup kebutuhan nasional, mengimpor dengan memperhatikan musim panen raya sehingga harga tidak jatuh dan memberikan sanksi bagi importir yang melanggar.

"Mendesak Kemendag dan Kementan RI untuk terus bersinergi buat kebijakan yang dapat lindungi petani denghan perhatikan harga yang terjangkau bagi masyarakat," jelas dia.

Rombongan AHN ini mengakhiri demo pada sekitar pukul 12.05 WIB setelah beraksi sekitar 1 jam.

(nwk/mad)


Berita Terkait