PT Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Lion Air
Senin, 06 Des 2004 11:22 WIB
Solo - PT Jasa Raharja Persero memberikan santunan kepada 12 korban tewas dalam kecelakaan Lion Air 30 Nopember lalu. Ke-12 orang tersebut adalah korban yang berasal dari Solo dan sekitarnya. Santunan senilai masing-masing Rp 50 juta tersebut diberikan kepada keluarga korban.Penyerahan santunan dilakukan di Pendopo Balaikota Solo, Senin (6/12/2004) pukul 09.00 WIB. Pemberian santunan diberikan langsung oleh Dirut PT Jasa Raharja, Darwin Noor. Menurut Darwin, santunan diberikan bagi korban meninggal dalam kecelakaan itu diberikan secara serentak di masing-masing daerah asal korban."Kecuali KH Yusuf Muhammad, santunannya telah kami serahkan kepada keluarga almarhum pada hari Minggu kemarin di Jember. Santunan untuk 25 korban meninggal sama, yaitu Rp 50 juta per jiwa," ujar Darwin.Adapun korban meninggal yang berasal dari Solo dan sekitarnya adalah Ongko Tekno Wodjojo, Yusuf Darori, Syifa Baradja, Sri Murni, Felicia Agatha Edwin Gandhia yang kelima dari Kota Solo. Korban berikutnya Bambang Anggoro (dari Sukoharjo), Sri Sugeng (Klaten), Mulyono Sumardjo (Boyolali), Susilowati (Salatiga), Wiyati Utami dan Adeventino Budi Utomo keduanya dari Karanganyar.Sedangkan seorang korban lainnya bernama Dewi Suriyanti yang beralamat di Serpong, Tangerang, santunannya juga diberikan di Solo karena diterimakan kepada salah seorang ahli warisnya yang berada di Salatiga.Selain itu, Jasa Raharja juga akan memberikan santunan bagi korban yang mengalami cacat tetap masing-masing sebesar Rp 50 juta dan biaya perawatan dan pengobatan bagi korban luka masing-masing maksimal Rp 25 juta. Jasa Raharja mencatat hingga saat ini masih terdapat 37 orang korban kecelakaan Lion Air yang dirawat di berbagai rumah sakit di Solo dan sekitarnya.Santunan Lion Untuk Korban dan Perbaikan MakamSementara itu Edward Sirait, perwakilan pihak Lion Air yang hadir pada pemberikan santunan tersebut mengatakan, pihaknya akan memberi santunan Rp 400 juta untuk masing-masing korban meninggal. Selain itu juga akan menanggung biaya pengobatan korban luka dan memperbaiki makam yang rusak akibat kecelakaan."Kami akan memberikan santunan bagi korban meninggal masing-masing Rp 400 juta. Sedangkan bagi korban luka, cacat, serta yang masih dalam perawatan kami akan melakukan koordinasi dengan para mitra usaha sehingga santunan yang nantinya kami berikan bisa tepat pada sasaran. Yang pasti kami menanggung biaya perawatan koban di rumah sakit," ujarnya.Edward juga mengatakan hari ini pihaknya akan menemui Kepala Desa Ngesrep, Ngemplak, Boyolali, untuk membicarakan teknis perbaikan makam desa yang rusak berat akibat diterjang pesawat naas tersebut. "Kami akan membicarakan dengan perangkat desa, termasuk kemungkinan pemberikan santunan kepada para ahli waris dari yang dimakamkan di pemakam itu," ujarnya.
(asy/)











































