Kapolres Bengkalis, AKBP Andry Wibowo mengungkapkan hal itu kepada detikcom, Minggu (23/2/2014). Andry menjelaskan, lokasi rumah warga yang terbakar dari rembetan kebakaran lahan berada di Dusun Bukit Lengkung Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis yang berbatasan langsung dengan Pemkot Dumai.
"Rembetan kebakaran lahan ini berasal dari wilayah Dumai sampai masuk ke wilayah kita," kata Andry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari laporan tersebut, kata Andry, tim langsung menuju ke lokasi. Pihak kepolisian bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) dan tim BPBD Bengkalis sebanyak dua regu juga turut terjun ke lokasi.
"Namun api sangat sulit dipadamkan karena keterbatasan peralatan dan air. Ini belum lagi lokasi yang terbakar adalah lahan gambut yang menimbulkan asap pekat. Tim juga kesulitan karena tebalnya kabut asap yang mengganggu pernafasan," kata Andry.
Selama dua hari pihak kepolisian bersama tim lainnya dan masyarakat terus berjibaku seadanya untuk memadamkan api.
"Karena asap tebal, kita saat itu meminta warga untuk mengungsi sebentar ke rumah sanak famili yang terdekat. Tapi bukan berarti cara mengungsinya seperti korban gunung kelud," ujarnya.
Warga yang mengungsi untuk menghindari asap pekat. Namun malam harinya para kepala keluarga tetap berada di sana sembari menjaga rumah dan ternak mereka.
"Api di wilayah kita sudah berhasil kita padamkan. Yang jadi masalah di wilayah tetangga kita lahannya masih terbakar yang menimbulkan kabut asap. Kini sebagian besar warga kita sudah kembali ke rumahnya. Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa," kata Andry.
"Kita juga sudah sampaikan kepada Bupati Bengkalis, agar melakukan hujan buatan. Termasuk juga Pemkot Dumai diminta pro aktif untuk melakukan pemadaman titik api yang ada di wilayahnya agar tidak merembet kemana-mana," ujarnya.
(cha/ahy)











































