Hal tersebut terlihat dari survei yang dilakukan Pusat Data Bersatu (PDB) Februari 2014 ini. Hasil survei ini menunjukkan persaingan sengit antara Prabowo dan Jokowi masih berlanjut.
"Prabowo dalam enam bulan terakhir elektabilitasnya sedikit meningkat dari 6,6% menjadi 12,8%. Sementara Jokowi elektabilitasnya berhenti pada kisaran 30% bahkan enam bulan terakhir turun dari 36% ke 31,8%," kata Co Founder PDB, Peter F Gontha, dalam paparan hasil survei PDB yang diperoleh detikcom, Minggu (23/2/2014).
Di luar nama itu elektabilitas capres lain masih sangat rendah. Selisihnya cukup jauh dari dua kandidat teratas itu. Persaingan Prabowo-Jokowi memang terjadi hampir di semua survei, hanya beberapa survei yang menempatkan Jokowi di bawah Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu.
Survei ini juga mensimulasikan sejumlah pasangan capres-cawapres. Hasilnya duet Jokowi-JK menjadi pasangan capres-cawapres paling kuat saat ini.
Survei PDB ini dilakukan pada 7-20 Februari 2014. Survei dilakukan dengan telepolling melalui saluran telepon dengan margin of error 2,8 persen.
Berikut elektabilitas capres saat ini sesuai survei PDB:
1. Joko Widodo : 31,8%
2. Prabowo Subianto: 12,8%
3. Dahlan Iskan: 5,8%
4. Wiranto: 5,6%
5. Jusuf Kalla: 3,3%
6. Megawati Soekarnoputri: 2,8%
7. Aburizal Bakrie: 2,2%
8. Anies Baswedan: 2,2%
9. Mahfud MD: 1,7%
10. Hidayat Nurwahid: 1,3%
(van/nrl)











































