Pantauan di lapangan, Monas, Jakarta Pusat, Minggu (23/2/2014) 300 personel aparat gabungan yang terdiri dari Polisi Militer (PM) TNI, Polisi, Satpol PP mulai razia dengan berpencar di Monas sejak pukul 10.00 WIB.
Aparat gabungan menemukan PKL bandel yang tetap berjualan di dalam kawasan Monas. Para PKL itu melawan ketika diamankan. Seperti saat Satpol PP mengamankan PKL laki-laki yang berjualan minuman di dalam kawasan Monas. Tiba-tiba, seorang perempuan yang mengaku istrinya berteriak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laki-laki dan perempuan itu sempat dipisahkan oleh Satpol PP kendati melawan. Akhirnya, laki-laki dan perempuan itu terpaksa menurut saat dibawa ke dalam truk Satpol PP.
Aparat gabungan juga mendapati truk boks yang parkir di kawasan Stasiun Gambir yang berbatasan dengan pagar Monas. Aparat meminta truk itu dibuka. Saat hendak dibuka, tiba-tiba ada perempuan berusia sekitar 30-an tahun berteriak, "Aaaaa.. jangan, jangan... tolong jangan!"
Ketika dibuka, dalam truk boks itu isinya adalah barang-barang dagangan para PKL karena sudah mengetahui ada razia hari ini.
Razia berlanjut ke bagian yang penuh rerimbunan pohon di sudut timur Monas, yang termasuk jarang didatangi pengunjung. Lokasinya gelap karena pohon yang rimbun. Ada 4 pasang manusia terlihat memadu kasih duduk di atas rumput tanpa alas. Mereka pun ditegur aparat.
"Kamu siapa? Ngapain juga di rimbun-rimbun sini? Beneran ini pacaran, jangan-jangan ini istri orang lagi. ," kata salah satu aparat.
Akhirnya keempat pasang manusia itu diusir dan dinasihati, "Jangan di sini lagi ya. Diliput wartawan tuh, apa nggak malu dilihat orang?"
Aparat juga menyisir bale-bale bekas pos penjagaan petugas. Bale-bale itu ada alas tidur, penuh gantungan baju. Ada seorang pria tak dikenal yang sedang bersantai-santai di situ. Penampakan pria berusia 20-an tahun itu memakai kaos kucel dan berpotongan plontos. Pria itu sempat diinterogasi sebentar sebelum diamankan polisi ke Polsek Gambir.
(nwk/nrl)











































