"Ketika kami tawarkan komposisi pilihan pasangan yang berlatar belakang kesukuan, 51,4% publik sangat setuju dan setuju tentang kombinasi pemimpin Jawa dan Jawa," kata Direktur Eksekutif SPIN Danny Indrianto di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (23/2/2014).
Dalam rilis survei bertajuk "Preferensi Publik Terhadap Etnis pada Pesta Demokrasi 2014," kombinasi capres Non Jawa dan cawapres Jawa disetujui 49,5%, Jawa dan Non Jawa 47%, serta Non Jawa - Non Jawa 44,6%. Menurut Danny, meski kombinasi Jawa-Jawa lebih unggul, namun perbedaannya tidak jauh dengan Non Jawa-Non Jawa.
"Deviasinya hanya 6% jadi sebenarnya masyarakat kita juga sudah semakin terbuka dan bisa menerima perbedaan. Jadi calon yang Non Jawa sebenarnya tidak perlu kecil hati," ujarnya.
SPIN tidak mensurvei kombinasi nama pasangan capres-cawapres berdasarkan etnis. Namun beberapa pasangan capres muncul dalam kesimpulan karena elektabilitasnya cukup tinggi dan sering disebutkan dalam berbagai survei.
"Dari sejumlah pasangan Jawa-Jawa yang pernah disebutkan media antara lain Prabowo Subianto - Priyo Budi Santoso, Joko Widodo - Priyo Budi Santoso, Megawati - Joko Widodo, dan Joko Widodo - Puan Maharani," pungkasnya.
Survei ini dilaksanakan pada 1 Januari-15 Februari 2014 dengan mengambil 1.090 responden menggunakan Simple random sampling. Margin of error adalah 2,99% dengan tingkat kepercayaan 95%. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan kuesioner.
Berikut hasil lengkap survei tersebut:
Jawa-Jawa
Sangat setuju 19,5%
Setuju 31,9%
Tidak Setuju 7,2%
Sangat Tidak setuju 13,6%
Tidak tahu/tidak jawab 27,6%
Non Jawa - Jawa
Sangat setuju 18,5%
Setuju 30,8%
Tidak Setuju 18,8%
Sangat Tidak setuju 10,9%
Tidak tahu/tidak jawab 20,6%
Jawa-Non jawa
Sangat setuju 12,4%
Setuju 34,6%
Tidak setuju 17,1%
ย Sangat tidak setuju 11,2%
Tidak tahu/tidak jawab 24,4
Non Jawa-Non Jawa
Sangat setuju 18,7%
Setuju 29,2%
Tidak setuju 25,7%
Sangat tidak setuju 16,9%
Tidak tahu/tidak jawab 12,5%
(van/van)











































