Jalan Abdullah Syafei adalah urat nadi penting yang menghubungkan Jakarta Timur dengan Jakarta Selatan. Mereka yang berkantor di segitiga emas Jl Sudirman dan Jl HR Rasuna Said biasa melewati jalan yang cukup lebar dan selalu padat ini. Apesnya, jalan yang berdempetan dengan Kali Ciliwung ini sering dilanda banjir.
Pada Januari lalu, jalan ini kebanjiran beberapa hari. Pada gelombang banjir terbaru yang terjadi akibat hujan deras Sabtu (22/2/2014), jalan utama yang masuk kawasan Tebet itu lagi-lagi kebanjiran. Pada hari Minggu (23/2/2014), ketinggian banjir sekitar 30-40 cm. Banjir ini jelas mengganggu aktivitas masyarakat, meski di hari libur sekalipun.
Peneliti Hidrologi dan Lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Sutrisno, MSc telah mengingatkan potensi hujan lebat yang memicu genangan pada 21-28 Februari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(nrl/nrl)










































