Ketika melihat hamparan sawah yang terbentang di hadapannya, Presiden SBY kagum dan tersenyum. "Luar biasa padinya, rasanya tentram lihat padi seperti ini. Pantas Sulawesi surplus terus," ujar SBY, Sabtu (22/2/2014).
Dengan panen raya yang dilakukan Presiden dan Ibu Negara, lahan pertanian yang akan dipanen seluas 100 Ha dari 1200 Ha lahan yang ada. Kabupaten Sidrap sendiri merupakan lumbung padi Sulawesi Selatan sekaligus lumbung padi nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY mengatakan dirinya mendapat laporan dari Gubernur Sulsel, Wakil Gubernur Sulsel, dan Wamen Pertanian, bahwa dalam satu hektar sawah, minimal menghasilkan 7 ton hingga 9 ton padi.
"Ini luar biasa,"ungkapnya.
SBY mengatakan, Indonesia wajib memproduksi padi dan beras sebanyak-banyaknya sehingga tidak perlu impor dari negara lain. "Ini cita-cita kita, berdikari mandiri di bidang pangan, utamanya beras," tuturnya.
Sebelumnya, pada tahun 1978, Presiden Soeharto pernah mengunjungi Sidrap untuk melakukan panen raya. Kemudian sejak tahun 2008, Sidrap sudah menggunakan alat teknologi panen "combine harvester" yang sekarang telah berjumlah 400 unit.
(ega/rmd)











































