Berikut reaksi dan ekspresi Jokowi saat kamarnya, ruang kerjanya dan ruang makan yang digunakan untuk rapat disadap yang ditemukan Desember 2013 lalu, seperti dirangkum detikcom, Sabtu (22/2/2014):
1. Terkejut
|
|
"Kaget saya," kata Jokowi, di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2014).
Jokowi berkata sambil melompat tinggi. Sang gubernur benar-benar melompat, dan tangannya diangkat ke atas sambil tertawa.
Sejumlah wartawan yang mewawancarainya sontak tertawa melihat tingkah kocak Jokowi yang mengenakan baju koko putih berkalungkan sarung kotak-kotak merah lengkap dengan kopiah hitam.
Sejak awal, Jokowi selalu menegaskan dirinya memilih untuk santai menanggapi penyadapannya. Tudingan beberapa pihak yang mengatakan bahwa kasus penyadapannya hanya rekayasa juga tak diambil pusing.
Dia yakin si penyadap tak mendapat informasi penting dari alat yang dipasang di 3 lokasi di rumahnya. Meski begitu, Jokowi mengaku bahwa sejak ditemukannya alat penyadap itu, dia kini lebih sering mengecek rumahnya dengan alat detektor.
Bahkan para pekerja di rumah dinasnya kemudian mendapat briefing. Terutama mereka yang memegang kunci dan akses rumahnya yang terletak di Jalan Taman Suropati No 7, Menteng, Jakarta Pusat ini.
2. Gebuk Pelaku
|
|
"Nggak tahu (sejak kapan dia disadap), kalau saya tahu orangnya datang, ya saya gebuk," kata Jokowi sambil tertawa di kantornya di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2014).
Dia juga mengaku tak berniat mencari tahu apalagi melaporkannya ke polisi. Padahal banyak pihak yang mendorongnya untuk tak begitu saja melupakan penyadapannya ini.
Meski begitu, Jokowi memperketat penjagaan di rumah dinasnya di Jalan Taman Suropati No 7. Salah satunya adalah dengan memberi briefing kepada pekerja di rumah tersebut.
Namun, diwawancara di lokasi terpisah, Plt Biro Luar Negeri Pemprov DKI Heru Budi Hartono mengatakan bahwa Jokowi sebenarnya telah mengetahui siapa pelaku pembajakannya.
3. Iriana Santai Saja
|
|
"Kenapa musti khawatir? Kalau kita berpikirnya positif, nggak akan khawatir," kata Iriana di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, (21/2/2014).
Dia mengaku tak ambil pusing dan mencoba berpikir positif atas kejadian ini.
"Biasa saja kok. Kita mikirnya positif saja. Ndak mikirin apa-apa," ujarnya sambil tersenyum.
Jokowi dan Iriana rupanya kompak untuk tak terlalu memikirkan penyadapan ini. Jokowi juga berulang kali mengatakan bahwa dirinya telah melupakan penemuan alat sadap ini.
Halaman 2 dari 4











































