Jika Terbukti Jual Beli Rusun, Hendriansyah: Gantung Saya di Monas

ADVERTISEMENT

Jika Terbukti Jual Beli Rusun, Hendriansyah: Gantung Saya di Monas

- detikNews
Sabtu, 22 Feb 2014 00:14 WIB
Bukti kuitansi jual beli rusun (Foto: Edward/detikcom)
Jakarta - Staf Sarana dan Prasarana UPRS III Dinas Perumahan, Hendriansyah siap mempertanggung jawabkan perbuatannya jika terbukti memperjual-belikan unit Rusun Pinus Elok, Cakung, Jakarta Timur. Ia pun sesumbar berani digantung di Monas di samping Anas Urbaningrum, jika terbukti praktik ilegal tersebut.

"Kalau memang ada buktinya nama saya di kuitansi tersebut, saya berani digantung di Monas samping Anas, jika makan uang hasil jual beli rusun," ujar Hendriansyah saat ditemui di Rusun Pinus Elok, Jumat (21/2/2014).

"Jika terbukti melakukan saya siap dicopot jabatan sebagai PNS," katanya.

Dia mengaku sudah berkomunikasi dengan pimpinannya terkait tudingan jual beli unit rusun. "Bahkan sampai dengan Pak Ahok, mereka minta dibuktikan. Nanti kita lihat aja hasil akhirnya," tuturnya.

Dalam komunikasi itu, Ahok menurutnya akan bertindak tegas bila terjadi penyimpangan dalam pengelolaan rusun. "Bahkan saya setuju dengan omongan pak wagub yang bilang kalau mafia rusun ini berbahaya sehingga harus dipenjarakan biar bernyanyi di pengadilan," imbuhnya.

Terkuaknya pratik jual-beli di rusun Pinus dibeberkan seorang penghuni yang enggan disebut namannya. Ia membeli salah satu hunian rusun tersebut dengan harga belasan juta. Uang tersebut diserahkan melalui Feby untuk salah satu oknum PNS yang bertugas di Rusun Pinus Elok.

"Saya dengar ada info kalau ada rusun yang dijual disini. Makanya waktu itu saya sengaja datang ke sini buat cari tahu sekitar bulan Oktober tahun lalu," ujar Hr saat ditemui di kediamannya, Jumat (21/2/2014).

Hr sendiri diketahui merupakan warga Daan Mogot, Jakarta Barat. Selama tiga tahun dirinya tinggal di sebuah kontrakan dengan harga ratusan ribu per bulannya.

"Begitu sampai sini saya ditemui dengan Febby, dia nawari ada rusun yang kosong. di lantai 2 dengan harga Rp 12 juta," tuturnya.




(edo/fdn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT