"Karena ini ekses dan persiapannya belum lama, saya kira rawan. Maka saya minta Bawaslu Lampung betul-betul secara ketat perlu pengawasan khusus," kata komisioner Bawaslu di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakpus, Jumat (21/2/2014)
Menurut Daniel, pelaksanaan pemilu serentak di Lampung ini baru pertama kali terjadi di Indonesia, karenanya KPU perlu memastikan segala persiapannya lebih matang.
"2 Kampanye, 5 rekap surat suara, 2 anggaran disatukan. Yang dikhawatirkan justru KPU sebagai pelaksana teknis. Jadi yang penting manajamen pileg dan pilkadanya. KPU harus kuat, Bawaslu timeline-nya harus ketat dan terkontrol," ujarnya.
Daniel juga mengatakan pihakya akan menurunkan tim secara khusus untuk mengawasi pemilu serentak pertama kali ini. Jika berhasil bisa menjadi role model bagi Pemilu serentak nasional 2019.
"Secepatnya kita turun ke Lampung terkait persiapan (pemilu Lampung), karena pilkada berbeda dengan pemilu. Petugasnya pun bagaimana, dia kelola 2 anggaran 2 pemilu tapi 1 peristiwa," ucapnya.
Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Lampung itu akan digelar serentak dengan Pemilihan Calon Aggota Legislatif (Pileg) pada tanggal Rabu, 9 April 2014.
(bal/fdn)











































