"Cuma begini, saran saya kalau memang merasa disadap silakan segera laporkan ke kepolisian agar bisa segera diambil langkah-langkah guna menyelidikinya," jelas Marciano kepada detikcom, Jumat (21/2/2014).
Menurut Marciano, yang penting bagaimana melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap orang-orang yang patut dicurigai melakukan penyadapan, siapa orang yang keluar masuk di rumah dinas Jokowi.
"Kan sebenarnya ruang lingkupnya kecil dan akses di rumah itu nggak mungkin sembarang orang masuk, kan sangat private sekali dan sifatnya terbatas sekali. Itu kan bisa dihitung dengan jari siapa yang keluar masuk," terang dia.
Yang terpenting, lanjut Marciano, di masa menjelang Pemilu 2014 ini semuanya harus waspada terhadap upaya dari pihak tertentu atau kelompok yang ingin pemilu ini tidak aman.
"Untuk melakukan tujuannya itu, sehingga mereka mulai dengan upaya-upaya adu domba dan sebagainya," imbuh dia.
Marciano memberi contoh, dari pemberitaan saja sudah mulai saling tuding siapa yang memasang penyadap.
"Kelompok satu menuding kelompok lain, orang satu menuding orang lain biar ramai. Itu harus diwaspadai semuanya," tegas dia.
Marciano juga meminta agar pengamanan dari masing-masing pejabat atau orang-orang yang mengikuti tahapan pemilu atau mencalonkan jadi capres segera dilakukan.
"Jadi intinya, kami memang belum pernah dapat laporan (penyadapan-red) ini. Kalau ada silakan polisi menindak lanjuti secara hukum dan ketiga waspada pihak-pihak yang akan mengadu domba supaya pemilu tidak aman. Itu saja," tutupnya.
(ndr/gah)











































