Data yang disampaikan Sekretaris Satuan Tugas Tanggap Darurat Erupsi Sinabung, Syukur T. Tarigan pada Jumat (21/2/2014) menyebutkan, para pengungsi yang masih bertahan itu terdiri dari 6.399 keluarga. Mereka tersebar di 32 posko pengungsian, antara lain di Jambur Taras Berastagi 1.108 jiwa, GBKP Kota Kabanjahe 1.107 jiwa dan Gedung Serbaguna KNPI 669 jiwa.
Dua pekan lalu, angka pengungsian masih mencapai jumlah lebih dari 33 ribu jiwa. Namun seiring dengan proses pemulangan pengungsi yang desanya di luar radius 5 kilometer dari puncak Gunung Sinabung, jumlah pengungsi pun terus menurun. Yang tersisa saat ini berasal dari 21 desa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posko yang sudah kosong itu, antara lain Tongkoh, Lost Sempajaya, Jambur Korpri, dan Maka Mehuli. Kemudian Jambur Siabang-abang dan GBKP Runggun Sumbul.
Pengungsi yang sudah kembali itu berasal 17 desa. Sebanyak 5 desa berasal dari Kecamatan Payung, yakni Desa Cimbang, Ujung Payung, Payung, Rimo Kayu dan Desa Batu Karang. Kemudian dari Kecamatan Simpang Empat ada 3 desa, yakni Desa Jeraya, Pintu Besi dan Desa Tiga Pancur.
Dari Kecamatan Naman Teran, ada 5 desa, yakni Desa Naman, Kuta Mbelin, Kebayakan, Gung Pinto, dan Sukandebi. Sementara 4 desa lainnya berasal dari Kecamatan Tiganderket, yakni Desa Kutambaru, Tanjung Merawa, Tiganderket dan Desa Temberun.
(rul/mok)











































