Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, motif tersangka melakukan penyekapan hanya karena arogansinya saja.
"Motifnya arogan, untuk menunjukkan kekuasannya saja," kata Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (21/2/2014).
Rikwanto mengatakan, peristiwa itu bermula ketika tersangka meminta kepada pihak Dimsum Festival untuk tidak menjual meja nomor 38 kepada orang lain selain dirinya. Kemudian ia terlibat percekcokan dengan sekuriti Dimsum Festival, Rabu (19/2) malam.
"Dia kemudian memanggil valet untuk membawa mobilnya, namun petugas valet Supriyono itu kemudian dia bawa ke rumahnya," kata Rikwanto.
Di rumah tersangka di Villa Puri Sriwedari Blok O, Cimanggis, Depok. Di situ, tersangka menyuruh manager Dimsum Festival, Hamdan untuk datang ke rumahnya. Sesampainya Hamdan di rumah tersebut, langsung 'diinterogasi' oleh tersangka.
Tersangka menanyakan komandan sekuriti di Dimsum, namun dijawab tidak tahu oleh Hamdan. Kemudian tersangka meletuskan dua kali tembakan ke udara untuk menakut-nakuti kedua korban.
Selanjutnya, tersangka meminta agar Hamdan menghubungi pemilik Dimsum, namun lagi-lagi Hamdan mengaku tidah tahu. Hal ini membuat tersangka kesal, sehingga kembali meletuskan tembakan ke udara sebanyak dua kali.
Beruntung, tukang sampah melintas di depan rumahnya. Ketika tersangka berbincang dengan tukang sampah, kedua korban melarikan diri dan langsung melapor ke Polda Metro Jaya.
Unit V Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang merespons cepat laporan korban, langsung menangkap tersangka di rumahnya pada Kamis (20/2) dini hari. Di rumah tersangka, polisi menemukan senjata jenis FN berikut 150 butir peluru, juga ganja kering dan sabu serta alat hisap bong.
(mei/fjp)











































