#detikTif

Ini Beda Motor 'CHIPS' Pak Koboi dan Dono Kasino Indro

- detikNews
Jumat, 21 Feb 2014 17:58 WIB
Jakarta - Ternyata motor Kawasaki Binter yang dikendarai Pak Koboi tidak sama persis dengan motor milik Dono, Kasino dan Indro di film Warkop DKI 'CHIPS'. Ada ciri-ciri yang membedakan keduanya. Seperti apa?

Tio Sulistio, salah seorang anggota klub motor Konspirazi 9 (Community Sprit All Merzy) memberikan informasi soal perbedaan spesifikasi tersebut. Pria yang mengoleksi tiga motor Kawasaki Binter Merzy KZ 200 ini tahu banyak soal sejarah motor Binter, termasuk yang dikendarai oleh Pak Koboi.

"Jadi, motor Pak Koboi itu jenisnya Binter GTO (2 tak), kalau sebagai perbandingan yang digunakan CHIPS adalah Binter Merzy (4 tak)," kata Tio kepada detikcom lewat surat elektronik, Jumat (21/2/2014).

Menurut Tio, pada era tahun 80-an ada dua jenis Binter yang beredar di Jakarta, yakni versi 2 tak dan 4 tak. Dealer resminya kala itu adalah PT Bintang Terang. Untuk produk 2 tak, ada dua jenis, yakni Binter KH 100 dan KH 125. Sementara 4 tak ada dua jenis juga, KZ 200 dan KZ 100 atau dikenal dengan Binter Merzy.

"Binter Merzy KZ 200 itulah yang dipakai Warkop," terangnya.

Di Indonesia, komunitas yang paling banyak muncul adalah pemilik Binter Merzy 200. Anggotanya disebut mencapai ribuan yang tersebar di sejumlah kota. Motor ini jadi favorit karena dianggap lebih mudah dimodifikasi menjadi berbagai jenis dan mudah mencari suku cadangnya.

"Di klub itu ada dua aliran, pertama yang standar, yang persis keluaran pabrik, ada juga yang custom, biasanya diubah menjadi chopper dan lainnya. Kenapa banyak di-custom karena karakter mesinnya, suara dentumannya bagus," jelasnya.

Harga motor Binter Merzy KZ 200 di pasaran, kata Tio, berkisar Rp 4-7 juta. Itu untuk motor yang masih dalam kategori 'bahan' atau perlu banyak perbaikan. Setelah dimodifikasi, nilainya bisa mencapai Rp 10-15 juta.

"Kalau motornya Pak Koboi harganya di bawah itu karena dia 2 tak," ungkapnya.

"Kawasaki Binter itu tanggung kelasnya, disebut antik tapi belum terlalu tua, dibilang muda juga sudah cukup tua," tambah pria yang pernah konvoi ke Medan dan Bali dengan motor Binternya tersebut.

#detikTif adalah program khusus detikcom yang berarti 'detektif interaktif'. Pembaca dapat berkontribusi menelusuri atau memberi informasi soal sosok misterius yang sedang dicari lewat akun twitter @detikcom, fasilitas pasangmata.com atau email redaksi@detik.com.


(mad/nrl)